Skuad Muda Liverpool Rebut Piala Liga, Klopp: Sungguh Gila

0
19
Manajer Liverpool, Jurgen Klopp. (Reuters/Andrew Couldridge).
Manajer Liverpool, Jurgen Klopp. (Reuters/Andrew Couldridge).

batampos – Jurgen Klopp mengakui kemenangan 1-0 Liverpool atas Chelsea dalam final Piala Liga sebagai sungguh gila ketika timnya yang dilanda cedera menang di Wembley. Pada pertandingan itu, Liverpool diperkuat sejumlah pemain muda minim pengalaman.

Sundulan Virgil van Dijk pada sisa waktu dua menit memastikan trofi pertama Liverpool sejak Klopp menyatakan akan mundur akhir musim ini. Itu adalah sukses luar biasa mengingat Klopp terpaksa menggunakan para lulusan akademi muda Liverpool setelah serangkaian cedera membuatnya kehilangan Mohamed Salah, Trent Alexander-Arnold, Diogo Jota, Darwin Nunez, Alisson Becker, dan Joel Matip.

Meski kapten berpengalaman Liverpool yang memastikan kemenangan The Reds, Van Dijk tidak akan bisa menjadi pahlawan tanpa kontribusi anak-anak asuh Klopp. Klopp memasang pemain berusia 20 tahun Conor Bradley dan Harvey Elliott sebagai starter sebelum memasukkan Bobby Clark, 19; James McConnell, 19; Jayden Danns, 18; dan Jarell Quansah, 21; dari bangku cadangan.

”Apa yang terjadi di sini sungguh gila. Hal-hal ini tidak mungkin terjadi, sungguh akademi yang penuh karakter, sungguh sulit dipercaya apa yang terjadi,” kata Klopp seperti dikutip AFP dilansir dari Antara.

”Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari itu, wow. Kami pantas mendapatkannya, kami memiliki momen keberuntungan, mereka memiliki momen keberuntungan dan para pemain muda itu keren banget,” imbuh dia.

Liverpool menurunkan pemain remaja terbanyak dalam final Piala Liga sejak Arsenal pada 2007. Klopp mengatakan, kesuksesan Liverpool dengan susunan pemain minim pengalaman dan belum teruji adalah karena kerja keras dalam mempersiapkan anak-anak mudanya menghadapi momen besar.

”Para pemain telah berlatih lama bersama kami, mereka tahu persis apa yang harus kami lakukan,” ungkap Klopp.

Badai cedera Liverpool tidak menunjukkan tanda-tanda mereda di Wembley ketika gelandang Ryan Gravenberch ditandu keluar lapangan pada babak pertama setelah diganjal Moises Caicedo yang membuat Klopp marah.

”Itu bukan pelanggaran? Lalu wasit keempat menjelaskan bahwa mereka tak bisa memberikan kartu, mengherankan. Situasinya sudah pasti bagi saya, yang mesti Anda keluarkan adalah kartu,” ucap Klopp.

Mengingat Liverpool akan menghadapi Southampton pada babak kelima Piala FA sebelum kembali ke upaya mempertahankan posisi teratas dalam klasemen Liga Premier, Klopp tidak terlalu memikirkan kesuksesan di Wembley itu.

”Saat ini kami belum punya tim untuk hari Rabu (untuk Piala FA). Pemain yang masuk mungkin bisa bermain lagi, selebihnya akan mendapat perawatan Senin nanti,” kata Klopp.

Klopp merayakan sukses timnya dengan aksi biasanya dengan mengacungkan kepalan tangan di hadapan para pendukung Liverpool yang bergembira. Namun dia menandaskan masih berusaha memburu trofi besar ketujuh selama era kepelatihan di Liverpool.

”Saya akhirnya mendapati keluarga saya berada di tribun, mereka sangat senang. Selebihnya, saya perlu proses,” tutur Klopp. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini