Rabu, 25 Mei 2022

Situasi Kritis Juara Bertahan Piala Afrika

Berita Terkait

Kapten Aljazair Riyad Mahrez (tengah) berdiskusi dengan rekan setimnya sebelum kickoff melawan Guinea Khatulistiwa (17/1). Aljazair berada dalam posisi kritis untuk bisa lolos dari fase grup Piala Afrika 2021. (CHARLY TRIBALLEAU/AFP )

batampos – Label juara bertahan nyaris tidak ada artinya bagi Aljazair pada Piala Afrika 2021 yang dihelat tahun ini. Dari dua laga di fase grup, Riyad Mahrez dkk hanya mendapat satu poin.

Timnas berjuluk The Desert Warriors alias Pejuang Gurun itu pun mengendap sebagai juru kunci grup E di bawah Pantai Gading, Guinea Khatulistiwa, dan Sierra Leone.

Peluang Aljazair untuk lolos ke fase knockout boleh dibilang kritis karena lawan pada matchday pemungkas malam nanti adalah Pantai Gading (siaran langsung beIN Sports 1 pukul 23.00 WIB).

Selain tuntutan mengalahkan Pantai Gading dengan margin aman setidaknya dua gol, Aljazair perlu berharap Sierra Leone versus Guinea Khatulistiwa berakhir seri.

Di sisi lain, Pantai Gading yang belum aman lolos ke 16 besar tentu tidak akan bermain santai.

”Jujur, kami berada dalam situasi yang sangat sulit. Bola seolah tidak ingin masuk (ke gawang lawan dalam dua laga fase grup sebelumnya, Red),” papar pelatih Aljazair Djamel Belmadi seperti dilansir BBC Sport.

”Kami harus melakukan segalanya (untuk lolos, Red),” tandasnya.

Padahal, Aljazair diperkuat para pemain terbaiknya. Selain itu, performa Pejuang Gurun dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Afrika meyakinkan (4 kali menang dan 2 kali seri).

Itu membuat Aljazair lolos ke putaran ketiga atau menjadi satu di antara sepuluh tim yang akan memperebutkan lima tiket ke putaran final Piala Dunia di Qatar akhir tahun ini.

Hingga kemarin, Piala Afrika sudah memunculkan kejutan dengan tersingkirnya Ghana di fase grup. Juara empat kali Piala Afrika itu secara tragis finis sebagai juru kunci di grup C.

Dalam matchday pemungkas kemarin (19/1), timnas berjuluk Bintang Hitam itu dibuat bertekuk lutut 2-3 oleh tim debutan Komoro.

Buruknya persiapan Ghana disebut sebagai alasannya. Tim asuhan Milovan Rajevac itu juga tidak pernah menang dalam uji coba sebelum Piala Afrika.

Gagal di fase grup merupakan capaian terburuk Bintang Hitam sejak Piala Afrika 2006. (*)

Reporter: JPGroup

Update