Rabu, 28 September 2022

Segel Tiket Final AFC, PSM Catat Rekor bagi Indonesia

Berita Terkait

Pemain PSM Makassar merayakan gol yang dicetak Yakob Sayuri (dua dari kiri) ke gawang Kedah tadi malam. (PSM Makassar )

batampos – Kejutan datang dari tim yang musim lalu hanya terpaut dua poin dari ancaman degradasi. PSM Makassar mampu menyegel tiket final AFC Cup zona ASEAN setelah menang 2-1 atas Kedah Darul Aman FC tadi malam.

’’Saya rasa belum ada klub Indonesia (di era Liga 1) yang mampu melangkah sampai ke fase ini,’’ kata pelatih PSM Bernardo Tavares. Tavares benar. PSM adalah tim Indonesia pertama yang sukses mencapai final AFC Cup zona ASEAN.

Torehan PSM itu melampaui Persija Jakarta. Macan Kemayoran mampu lolos ke semifinal AFC Cup zona ASEAN 2018.

’’Saya sangat bangga dengan anak-anak. Apalagi, kami menang dengan sembilan pemain di lapangan,’’ tambah pelatih asal Portugal itu.

Yakob Sayuri membuat Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, bergemuruh. Dia membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-31.

Tuan rumah makin di atas angin setelah Yuran Fernandes menggandakan skor pada menit ke-54. Tapi, kans lolos ke final sempat terancam. Delapan menit berselang, Yuran malah mendapat kartu merah.

Bermain dengan 10 pemain membuat PSM terancam.

’’Tapi, kami masih solid saat kehilangan satu pemain. Bahkan, ada satu peluang yang membuat kami bisa unggul tiga gol. Anak-anak bermain dengan luar biasa,’’ ucap Tavares.

Setelah itu, PSM kecolongan melalui gol Fayadh Zulkifli pada menit ke-86. Gol itulah yang membuat Tavares muntap. Sebab, assist yang dikirim kepada Zulkifli itu adalah bola fair play.

’’Kami berikan bola fair play ke lawan. Tapi, lawan langsung mengirimkan assist dan kemudian menjadi gol. Sepanjang saya berkarier di sepak bola, baru kali pertama saya melihat kejadian seperti ini,’’ keluh pelatih berkepala plontos tersebut.

Hal itu juga membuat kapten PSM Wiljan Pluim bingung. ’’Baru kali ini saya lihat gol seperti itu,’’ ungkapnya.

Pada menit ke-90, bek PSM Agung Mannan menerima kartu kuning kedua. Beruntung, PSM yang bermain dengan sembilan pemain pada injury time mampu menjaga skor. Hal itu sempat membuat Tavares khawatir.

’’Padahal, saya sudah sampaikan standar wasit di Liga 1 dan AFC pasti berbeda. Jadi, tidak boleh melakukan pelanggaran sembarangan. Ini akan jadi pembelajaran,’’ ujarnya.

Di final, PSM akan bersua pemenang duel antara Viettel FC kontra Kuala Lumpur FC. Laga kedua tim digelar sore nanti. Kemudian, pemenangnya menghadapi PSM pada 24 Agustus nanti.

’’Saya belum paham bagaimana kekuatan tim Viettel dari Vietnam. Tapi, kalau menghadapi Kuala Lumpur, saya sudah tahu apa yang harus dilakukan,’’ jelas Tavares.

PSM dan Kuala Lumpur FC pernah bersua di fase grup (24/6). Laga kedua tim berakhir imbang tanpa gol. (*)

 

 

 

Reporter: JPGroup

Update