Sabtu, 3 Desember 2022

Sebelum Nonton Laga Belgia VS Kanada, Yuk Simak Ulasannya

Berita Terkait

Kevin De Bruyne termasuk personel generasi emas timnas Belgia. (afp)

batampos – Piala Dunia kali ini bisa dibilang bakal memberikan tekanan ekstra bagi Belgia. Itu dipicu generasi emas mereka yang sangat mungkin bakal menjalani Piala Dunia terakhir.

Nah, hal itu secara implisit merupakan beban yang dipikul gelandang Kevin De Bruyne. KDB –julukan Kevin De Bruyne– yang termasuk personel generasi emas bisa dibilang jadi one-man show bagi Belgia di Qatar.

Dia diharapkan sudah langsung tune in ketika De Rode Duivels –julukan Belgia– melawan Kanada dini hari nanti (24/11) (SCTV/Vidio/mOji pukul 02.00 WIB).

Tren Belgia ketika diperkuat generasi emas mereka juga terus menanjak.

Menjejak perempat final pada Piala Dunia 2014, kemudian berlanjut menjadi peringkat ketiga di Rusia empat tahun lalu. Jika sesuai ”alur”, kali ini mereka seharusnya masuk laga final.

Baca Juga: Giroud Cetak 2 Gol, Prancis Ungguli Australia 4-1

Sementara itu, De Bruyne juga terus stabil bersama klubnya, Manchester City. Sejak dibeli dari VfL Wolfsburg pada 2015, De Bruyne setidaknya terlibat dalam kontribusi gol tim sebanyak 20 kali tiap musimnya dan hanya di Premier League.

Belum termasuk musim ini yang masih berlangsung.

’’Belgia adalah negara kecil. Jadi, kami senang memiliki talenta-talenta hebat di dalamnya (antara lain De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Eden Hazard, Red),’’ papar bek Toby Alderweireld yang juga termasuk generasi emas Belgia seperti dilansir Brussels Time.

Beban berikutnya bagi De Bruyne adalah tanggung jawab kepada kapten Hazard.

Ya, Si Ular –julukan Hazard– tidak bisa lagi dijadikan sandaran bagi Belgia untuk berprestasi sejak performanya yang turun drastis ketika berkostum Real Madrid tiga musim terakhir.

Kondisi Hazard bahkan sebenarnya belum 100 persen mengikuti Piala Dunia kali ini. Meski begitu, Martinez tetap memasukkannya ke skuad yang berada di Qatar.

Baca Juga: Polandia vs Meksiko: Gagal Eksekusi Penalti, Catat Sejarah Baru Piala Dunia

Di sanalah tugas De Bruyne sebagai deputi meski Hazard juga berada di lapangan nanti.

Motivasi mantan pemain Chelsea itu juga meningkat lantaran Piala Dunia kali ini jadi yang pertama dihadiri oleh tiga anaknya langsung ke Qatar.

Dia tentu saja berharap agar keberadaan keluarga kecilnya tidak cepat berakhir lantaran Belgia gagal lolos dari fase grup.

’’Saya antusias. Tetapi di sisi lain, juga tidak ada gunanya stres tentang itu (ekspektasi tinggi terhadap generasi emas Belgia, Red). Yang harus dilakukan adalah bermain sebaik-baiknya,’’ ujar De Bruyne kepada Daily Mail.

Meski begitu, Kanada bukannya tanpa motivasi melawan Belgia. Ajang di Qatar kali ini jadi yang kedua bagi mereka setelah edisi 1986.

Kala itu, Kanada selalu kalah dalam tiga matchday. Hal yang bisa mereka perbaiki pada pergelaran kali ini.

’’Kondisiku sudah membaik dan aku siap (menghadapi Belgia pada matchday pembuka, Red)’’ ujar winger Kanada Alphonso Davies yang sebelumnya sempat diragukan tampil lantaran cedera hamstring. (*)

 

 

 

Reporter: JPGroup

Update