
batampos- Persatuan Tenis Meja (PTM) Kartini bekerja sama dengan PTMSI Batam menggelar turnamen terbuka tenis meja Kartini Cup II 2021, di GOR PPI, 15-16 Januari. Sebanyak 25 tim mengikuti kejuaraan ini.
Ketua panitia Iyus Rumana menjelaskan kejuaraan Kartini Cup II kejuaraan dengan format beregu. “Satu tim berisikan tujuh pemain ditambah lima pemain cadangan,” paparnya.
BACA JUGA: Tenis Meja Sanford Cup Diikuti 29 Tim
“Tiga pertandingan singler dan dua double dengan urutan pertandingannya, single, double, single, double, single. Dimana satu pemain hanya boleh berlaga di satu nomor saja dan hanya diperbolehkan bergabung dalam satu tim,” tambah Iyus.
Selain itu setiap PTM berhak mendaftarkan lebih dari satu tim. Juga diperkenankan untuk mengikutsertakan pemain dari luar Batam.
Kejuaraan ini memperebutkan trofi dan uang tunai sebesar Rp 7,3 juta. Juara pertama berhak atas uang pembinaan sebesar Rp 3 juta. Juara dua mendapat Rp 2 juta, juara tiga mendapat Rp 1 juta, dan juara empat berhak atas uang pembinaan sebesar Rp 500 ribu.
“Selain itu tim yang masuk dalam babak delapan besar berhak atas hadiah tambahan sebesar Rp 100 ribu pertim,” seru Iyus.

Dalam laga final yang digelar di GOR PPI, Minggu (16/1), PTM Ansvin A berhasil meraih juara pertama setelah menundukkan PTM PKTM A. Sementara itu, PTM Polda A meraih juara ketiga setelah menang atas PTM Polda B.
Iyus menjelaskan, kejuaraan ini adalah agenda tahunan dari PTM Kartini. Kejuaraan di Tahun 2021 menginjak penyelenggaraan tahun kedua.
“Sebenarnya digelar pada November/Oktober, tetapi karena masa pandemi, maka diundur penyelenggaraannya di Januari 2022. Untuk tahun ini akan digelar pada pertengahan atau akhir tahun 2022,” papar pria yang menjabat debagai Ketua Pengkot PTMSI Batam ini.
Iyus menambahkan, kejuaraan ini digelar dengan tidak memberikan batasan usia pada peserta. Dan semakin menariknya, sejumlah atlet nasional, bahkan atlet PON mengikuti event ini.
“Meski hadiahnya terbilang kecil, turnamen ini menyedot animo atlet tenis meja baik itu lokal maupun nasional,” seri Iyus.
ia berharap melalui turnamen ini, persatuan dan kebersamaan atlet tenis meja semakin terjaga. “Tidak ada kubu-kubuan. terutama di level atlet,” tuturnya.
“Jika bersatu, maka pembinaan tenis meja, yang dulu atletnya sedikit, kini bisa semakin maju dan berkembang,” tambahn Iyus.
Hingga saat ini, di Batam sudah terbentuk 35 PTM. PTM-PTM ini tersebar di seluruh kecamatan di Kota Batam. “Selamat pada para pemenang, semoga bisa terus berprestasi dimasa mendatang,” harap Iyus.
Animo tenis meja di Batam terbilang tinggi. Iyus mengatakan, selanjutnya untuk peningkatan pembinaan tergantung pada kerjasama Pengkot PTMSI dan KONI Batam. “Bahkan atlet tenis meja Batam terdiri dari beragam kelompok umur,” jelasnya.
“Dari tingkat kadet, hingga ke kelompok umur. jadi pembinaan tenis meja di Batam tetap berjalan, apalagi banyak sarana berlatih di Batam,” papar iyus.
PTMSI Batam sendiri berencana untuk menggelar kejurkot se-Kota Batam tiap tiga bulan sekali, selain juga mengikuti kejurprov. Iyus mengatakan jika atlet tenis meja Kota Batam terus berlatih secara kontinyu.
Terkait Porprov, iyus mengatakan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah atlet yang akan dikirim mewakili Kota Batam. Pihaknya, kini menyiapkan 10 atlet untuk berlaga di nomor yang diperlombakan.
“Tanjungpinang adalah lawan terberat Kota Batam.Meski demikian, kami selalu berhasil meraih gelar juara umum,” tegas Iyus.
Ia mengatakan jika turnamen tenis meja bisa berhasil diselenggarakan atas inisiatif dari atlet, pengurus, dan klub. “Karena mereka ini yang bisa men-trigger, atau menjadi magnet bagi atlet-atlet baru untuk terus berkembang,” ulasnya.
“Selain itu, penganggaran dari KONI juga sangat berpengaruh agar kejuaraan bisa digelar secara rutin dan berkelanjutan. Tiggal bagaimana kita memberikan motivasi untuk mengembangkan pembinaan tenis meja di Batam,” tutup Iyus. (*)
Reporter: Ryan
