Selasa, 27 September 2022

PBSI Kepri Mencari Ketua Baru Masa Jabatan 2022-2026 melalui Musprov

Berita Terkait

 

batampos – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kepri menggelar musyawarah provinsi (musprov)di Hotel Artotel, Batam, 23-24 September. Musprov ini digelar untuk memilih ketua umum masa jabatan 2022-2026.

Ketua umum PP PBSI Agung Firman Sampurna didampingi Ketua KONI Kepri Usep RS, Kadispora Kepri M Ikhsan, dan Ketua PBSI Kepri Sukriadi beserta pengurus usai membuka musprov KONI Kepri di Hotel Artotel, Batam, Jumat (23/9). F. Ryan Agung/Batam Pos

Ketua panitia Arif Gunawan mengatakan musprov diikuti tujuh pengkab/pengkot se-Kepri. Yakni Batam, Tanjungpinang, Karimun, Lingga, Anambas, Natuna, dan Bintan.

“Hanya saja hingga pembukaan Natuna dan Anambas belum hadir di lokasi musprov.Pelaksanaan musprov ini memiliki agenda utama pemilihan Ketua Umum PBSI Kepri 2022-2026,” jelasnya.

“Semoga kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar dan aman serta bisa menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi pembinaan bulutangkis Kepri,” tambah Arif.

Sementara itu, Ketua PBSI Kepri Sukriadi menyampaikan event bulu tangkis di Batam dan Kepri tidak pernah putus. Ini menjadi salah satu bukti program PBSI sudah dijalankan.

“Juga sistem informasi PB PBSI telah dijalankan di masing-masing PBSI kab/kota di Kepri. Ke depan harapannya Batam dan kepri bisa menjadi daerah dengan buku tangkis yang terkenal di dunia,” harap Sukriadi.

Ia juga menyatakan keberhasilan pembinaan bulu tangkis di kepri tak lepas dari peran swasta. “Bulu tangkis di Kepri bisa berkembang karena peran serta swasta. Tidak harus selalu menunggu bantuan dari pemerintah,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh pecinta bulu tangkis, pemerintah, dan stake holder untuk bisa membantu meningkatkan pembinaan bulu tangkis Kepri. “Melalui kebersamaan maka akan bisa merangkai juara juga secara bersama,”.

Sedang Kadispora Kepri M Ikhsan menjelaskan tujuan digelarnya musprov adalah untuk menjaring calon dan menetapkan ketua PBSI kepri 2022-2026. Tentu saja akan dipilih figur yang pantas dan kredible mengurusi bulu tangkis di Kepri.

“Kepri punya banyak potensi dan bisa meraih gelar di tingkat nasional dan internasional. Ketua terpilih adalah Sosok yang diharapkan bisa mandiri dan melahirkan bibit-bibit unggul bulu tangkis Kepri,” pintanya.

Ikhsan juga menyampaikan jika pembinaan prestasi tidak ada yang instan. “Membutuhkan pembinaan jangka panjang yang terukur dan profesional dan diawali dari daerah,” tegas dia.

“Pembinaan dan fasilitas di daerah harus diperhatikan agar prestasi buku tangkis semakin meningkat. Apresiasi pada pengurus terdahulu,” tutur Ikhsan.

Ia juga mengatakan hendaknya keterbatasan sarana dan prasarana tidak menurunkan semangat. “Tetapi justru menjadi pemicu atau cambuk dalam peningkatan prestasi buku tangkis Kepri,” pinta Ikhsan.

Di lain pihak Ketua PB PBSI Agung Firman Sampurna meminta pemilihan ketua adalah hal terakhir yang dilakukan dalam Musprov. “Yang utama untuk dilakukan adalah konsolidasi organisasi.

“Konsolidasi organisasi yang terpenting adalah evaluasi kegiatan. Mencakup rekruitmen atlet, pembinaan, dan gelaran kejuaraan di tingkat lokal yang telah dilaksanakan,” urainya.

Ia juga mengatakan pengembangan olahraga tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan dukungan dari berbagai pihak. “Seperti dari pemerintah, regulasi, dna banyak hal lainnya,” kata Agung.

Agung berpesan perlu dilakukan identifikasi sumber daya yang bisa digunakan. Dan terakhir memilih sosok yang bisa mengorbankan waktu dan materi untuk memimpin PBSI Kepri empat tahun ke depan.

“Tanpa dedikasi dan pengorbanan mustahil untuk bisa meningkatkan prestasi bulu tangkis Kepri,” tutup Agung. (*)

 

Reporter: Ryan Agung

Update