Kamis, 27 Januari 2022

NOC Indonesia Temui Presiden BWF, Bahas Skandal All England

Berita Terkait

batampos.co.id – Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari bertemu Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) Poul-Erick Hoyer Larsen di sela-sela BWF World Tour Finals 2021 di Nusa Dua, Bali (5/12).

Pertemuan itu dilakukan setelah Okto menyaksikan laga final ganda putra antara Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo melawan ganda Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

Dalam pertemuan itu Okto didampingi Komite Eksekutif Teuku Arlan Perkasa Lukman, Presiden Badminton Asia Anton Subowo, dan Ketua Harian PP PBSI Alex Tirta.

Dalam pertemuan itu, Poul-Erick dan Okto sempat membahas insiden All England yang berlangsung Maret lalu.

“Saya katakan bahwa saya tak punya masalah pribadi. Tapi sebagai representatif Indonesia di bidang olahraga yang juga mewakili warganet, wajar jika saya membela kepentingan atlet,” kata Okto dalam siaran pers NOC Indonesia dilansir JawaPos.com.

Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (kanan) berbincang dengan Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) Poul-Erick Hoyer Larsen di sela-sela ajang BWF World Tour Finals 2021. (NOC Indonesia)

“Dia (Poul-Erick) menyampaikan permintaan maaf secara langsung, meski sebelumnya juga sudah diutarakan secara terbuka. Pak Anton juga katakan bahwa kejadian All England menjadi yang pertama bagi BWF. Mereka meminta maaf karena sebelumnya tidak pernah,” tambah Okto.

Baca Juga: Tim Indonesia Mundur dari Kejuaraan Dunia 2021

Dalam ajang itu, tim Indonesia dipaksa mundur pada hari pertama turnamen. Sebab, tim Indonesia berada dalam pesawat yang sama bersama seorang suspect Covid-19 dalam perjalanan dari Turki ke Birmingham, Inggris. Dalam aturan otoritas kesehatan Inggris, seluruh pemain harus menjalani karantina.

Hal ini mengecewakan. Sebab, tim Indonesia sudah sempat menjalani tes PCR setiba di hotel dan hasilnya dinyatakan negatif. Bahkan beberapa pemain sudah berlaga di arena.

BWF dan panitia All England juga tidak memberlakukan tes ulang kepada atlet Indonesia. Padahal, pemain Denmark, India, dan Thailand melakukan tes ulang walaupun sempat ada yang positif Covid-19.

“Tapi yang sudah terjadi kan telah terjadi. Sekarang bagaimana kami, NOC Indonesia, PBSI, Badminton Asia, dan BWF berkomunikasi ke depannya. Saya katakan NOC Indonesia membuka pintu komunikasi dan saya juga tanya what next for Indonesia?” ungkap Okto.

“Tanggapan Presiden BWF adalah dia akan selalu memprioritaskan Indonesia. Termasuk, katanya terlihat di Badminton Festival 2021 karena tiga turnamen yang terselenggara di Bali,” tambah Okto.

Sementara itu, Poul-Erick mengatakan di depan Okto bahwa Indonesia memiliki arti penting baginya. “Indonesia lebih besar dibanding Anda dan saya. Sebab, Indonesia dan bulu tangkis selalu ada di hati saya,” ucap Poul-Erick. (*)

Reporter: NOC

Update