Selasa, 5 Mei 2026

Manchester City Tancap Gas di Ujung Tikungan, Modal Emas Juara Liga Inggris

Berita Terkait

Manchester City raih kemenangan atas Arsenal dengan skor 2-1 di Stadion Etihad pada Minggu (19/4). (X/@ManCity)

batampos – Memasuki tikungan terakhir Premier League, Manchester City nyaris selalu menemukan cara untuk melaju lebih kencang. Di bawah komando Pep Guardiola sejak musim 2016–2017, The Citizens menjadikan lima laga pemungkas sebagai panggung unjuk konsistensi.

Catatannya impresif. Dalam sembilan musim terakhir, City tujuh kali menutup lima pertandingan akhir liga tanpa sekali pun menelan kekalahan. Dari total 45 pertandingan pada periode tersebut, mereka membukukan 37 kemenangan, 5 hasil imbang, dan hanya 3 kekalahan. Itu setara dengan persentase kemenangan mencapai 82,22 persen—angka yang menegaskan betapa berbahayanya City saat kompetisi memasuki fase penentuan.

Musim 2024–2025 menjadi bukti terbaru. Sempat tercecer di peringkat kelima pada pekan ke-33, City merespons dengan empat kemenangan dan sekali seri dalam lima laga terakhir. Hasil itu mengangkat posisi mereka finis di peringkat ketiga. Bukan juara, tetapi cukup menunjukkan karakter khas tim Guardiola: tetap tancap gas hingga garis akhir.

Tradisi finis kuat itu bahkan kerap menjadi fondasi gelar. Pada musim 2023–2024, City menyapu bersih lima laga terakhir dengan kemenangan sempurna untuk mengunci trofi juara. Hal serupa terjadi pada 2018–2019 dan 2019–2020, ketika mereka menorehkan lima kemenangan beruntun di penghujung musim—meski pada 2019–2020 harus puas sebagai runner-up.

Ada memang pengecualian. Musim 2020–2021 dan 2022–2023 menjadi dua periode ketika City menelan kekalahan di lima laga terakhir. Namun, menariknya, keduanya tetap berakhir manis dengan gelar juara pada akhir musim. Artinya, margin kesalahan kecil pun tak lantas menggoyahkan dominasi mereka.

Fakta itu memperlihatkan satu pola: ketika memasuki lima pekan terakhir, City hampir selalu berada dalam mode terbaiknya. Stabil, klinis, dan efisien. Kombinasi yang selama hampir satu dekade menjadikan mereka standar konsistensi di Premier League.

Bagi para pesaing, statistik ini adalah alarm. Sebab, saat garis finis mulai terlihat, City justru biasanya baru benar-benar menekan pedal gas.(*)

ReporterJPGroup

Update