Kontroversi Gol Offside Kecewakan AC Milan

0
36
Para pemain Inter Milan merayakan keberhasilan lolos ke final Coppa Italia 2022. (Miguel Medina/AFP)
Para pemain Inter Milan merayakan keberhasilan lolos ke final Coppa Italia 2022. (Miguel Medina/AFP)

batampos – Dua gol striker Lautaro Martinez di babak pertama membuat Inter Milan berada di atas angin saat turun minum dalam second leg semifinal Coppa Italia kemarin (20/4).

Tapi, AC Milan mengambil momentum setelah restart dan insiden pada menit ke-66 semestinya menguntungkan capolista Serie A tersebut.

Yaitu, ketika tendangan keras gelandang Ismael Bennacer menembus kerumunan pemain di kotak 16 dan bersarang ke gawang kiper Inter Samir Handanovic.

Ketika pemain AC Milan berselebrasi, pemain Inter melakukan komplain karena ada indikasi handsball. Wasit Maurizio Mariani kemudian melakukan review melalui VAR (video assistant referee) dan menganulir gol tersebut.

Yang memicu kontroversi, alasannya adalah offside oleh bek AC Milan Pierre Kalulu.

Posisi bek asal Prancis itu berada tepat di depan kiper Inter Samir Handanovic dan aturan permainan (laws of the game) membenarkan bahwa pemain yang menghalangi pandangan kiper dalam posisi di belakang pemain lawan bisa dinyatakan offside.

”Dia (Handanovic, Red) tidak bereaksi apa pun (setelah gol Bennacer, Red). Para pemain Inter malah sebenarnya berteriak ada handsball, tapi ternyata tidak benar-benar terjadi. Ayolah,” ungkap allenatore AC Milan Stefano Pioli penuh kesal seperti dilansir Sport Mediaset.

AC Milan yang frustrasi kemudian kembali kebobolan oleh wingback baru Inter Robin Gosens. Nerazzurri pun seperti mengulang Coppa Italia musim lalu ketika mengganjal Rossoneri di perempat final.

Kalaupun ada kabar bagus bagi AC Milan kemarin, itu adalah terkait pembicaraan akuisisi oleh Investcorp yang terus menunjukkan peningkatan.

La Gazzetta dello Sport melaporkan, investor yang berkantor di Bahrain itu juga menginginkan Paolo Maldini tetap terlibat di klub. Maldini saat ini menjabat direktur teknik dengan kontrak kerja habis pada 30 Juni nanti. (*)

 

Reporter: JPGroup

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini