Jojo Gagal Taklukkan Axelsen pada Final Japan Open

0
13
Jonatan Christie

 

batampos – Ambisi Jonatan Christie untuk menghentikan Viktor Axelsen urung terwujud. Jojo, sapaan akrabnya, untuk kali kesekian harus mengakui ketangguhan pebulu tangkis tunggal putra nomor satu dunia itu. Jojo takluk pada final Japan Open 2023 di Yoyogi 1st Gymnasium, Tokyo, Minggu (30/7).

Jonatan Christie

Pemain jebolan PB Tangkas Jakarta itu dipaksa menyerah oleh Axelsen lewat pertaru-ngan dua game langsung de-ngan skor 7-21, 18-21. Ini menjadi kekalahan kedelapan sekaligus kelima secara beruntun yang diderita Jojo dari pemain asal Denmark tersebut.

Penampilan Jojo dalam laga itu kurang menggigit. Bahkan, di game pertama saja, dia sempat tertinggal 0-13 dari Axelsen. Jojo mengatakan, strategi yang disiapkan kurang berjalan dengan baik selama game pertama. Selain itu, pengembalian bolanya sering tanggung sehingga memudahkan Axelsen untuk menye-rang. ”Alhasil, saya tidak bisa keluar dari tekanan,” ucapnya.

Jojo mulai memperbaiki performanya di game kedua. Dia tampil lebih agresif dan terus mencoba membuat Axelsen kerepotan. Tapi, pada akhirnya kekalahan kembali didapatkan. Jojo sejak awal sejatinya sudah sadar bahwa tidak akan mudah menghadapi Axelsen.

”Memang harus siap capek dan harus lebih sabar,” ucapnya.
Nah, dua hal itu yang tidak bisa dilakukan Jojo kemarin. Legenda tunggal putra Indonesia Hariyanto Arbi menya-takan hal yang sama. Pria yang pernah mendapat julukan smes 100 watt itu menuturkan, Axelsen memang masih yang terbaik di dunia untuk saat ini. Tapi, bukan berarti tak bisa dikalahkan. ”Cara menghentikannya, si pemain mesti siap mental dan berani main rally yang tidak gampang mati sendiri,” kata Arbi kepada Jawa Pos (grup Batam Pos)melalui pesan singkat.

Sementara itu, menurut Fung Permadi yang juga mantan pemain tunggal putra Indonesia, Axelsen bisa mendominasi dunia karena dapat memanfaatkan kelebihannya sendiri. ”Dan bisa menjaga kondisi fisik mentalnya de-ngan baik,” ujar Fung.

Kekalahan oleh Axelsen ini membuat Jojo kembali gagal naik podium tertinggi di Japan Open. Dia sebelumnya pernah mengalami hal serupa pada 2019. Saat itu Jojo takluk oleh Kento Momota di final.

Meski gagal lagi, Jojo merasa capaiannya ini sudah baik. Di sisi lain, dia tak menampik ada beberapa hal yang mesti diperbaiki, terutama ketika melawan Axelsen. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini