Rabu, 6 Juli 2022

Indonesia Sulit untuk Menjadi Tuan Rumah Piala Asia 2023, Ini Sebabnya

Berita Terkait

Para pemain timnas Indonesia merayakan gol ke gawang Nepal pada laga terakhir Grup A kualifikasi Piala Asia 2023. (AFC)

batampos – Setelah 15 tahun, tim nasional Indonesia akhirnya kembali lolos ke putaran final Piala Asia. Kepastian itu didapat setelah Indonesia mengalahkan Nepal dengan skor telak 7-0 di Jaber Al-Ahmad International Stadium, Kuwait City, Rabu (15/6) dini hari.

Dalam pertandingan itu, tujuh gol kemenangan Indonesia diciptakan Dimas Drajad (6’), Fachruddin Aryanto (54’), Saddil Ramdani (55’), Elkan Baggot (80’), dan Marselino Ferdinan (89’). Lalu, dua gol lainnya dicetak Witan Sulaeman pada menit ke-42 dan 81.

Indonesia melaju ke putaran final Piala Asia 2023 dengan predikat runner-up kedua terbaik di antara lima tim runner-up lainnya. Namun, hingga kini di mana putaran final Piala Asia 2023 digelar belum pasti.

Awalnya, putaran final Piala Asia 2023 akan digelar di Tiongkok. Namun, Tiongkok mengundurkan diri karena persebaran Covid-19 yang sulit diprediksi.

AFC kini membuka diri kepada 24 negara yang lolos ke putaran final Piala Asia 2023 untuk menjadi tuan rumah. Jika tidak ada perubahan, putaran final Piala Asia digelar pada 16 Juni–16 Juli 2023.

Anggota Komite Eksekutif PSSI Yoyok Sukawi menilai, Indonesia secara infrastruktur sangat layak menjadi tuan rumah putaran final Piala Asia 2023.

Indonesia memiliki banyak stadion bertaraf internasional. Apalagi, Indonesia sudah memiliki pengalaman menjadi tuan rumah penyelenggara ajang internasional. Yang terbaru, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Dan, perhelatan itu berjalan sukses.

”Indonesia juga sudah diverifikasi FIFA untuk kesiapan Piala Dunia U-20. Jadi, Indonesia sangat layak untuk menjadi tuan rumah Piala Asia 2023,” ujar CEO PSIS Semarang itu kepada Jawa Pos melalui pesan singkat kemarin.

Namun, apakah Indonesia akan mengambil kesempatan menjadi tuan rumah Piala Asia 2023, Yoyok belum dapat memastikan.

”Yang pasti, apabila ada peluang, PSSI akan mengajukan diri. Pemerintah juga akan mendukung. Saya di Komisi X DPR RI akan selalu mengawal,” ungkap ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah tersebut.

Ahmad Riyadh, anggota Komite Eksekutif PSSI lainnya, menambahkan, Indonesia sulit mengambil kesempatan menjadi tuan rumah Piala Asia 2023. Sebab, tahun depan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. ”Persiapannya sangat mepet,” tutur pria yang akrab disapa Abah Riyadh itu.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan belum dapat memastikan apakah Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Asia 2023 atau tidak. Meski, sampai kemarin, FIFA belum menetapkan tanggal pasti kapan Piala Dunia U-20 digelar.

Namun, sebelum Piala Dunia U-20 ditunda, perhelatan bergengsi tersebut dijadwalkan bergulir pada 20 Mei–12 Juni 2022. Karena itu, bisa jadi Piala Dunia U-20 tahun depan digelar pada bulan yang sama.

”Setelah timnas Indonesia kembali dari Kuwait, kami akan mengadakan rapat exco. Kami akan mendiskusikannya di sana,” ungkap mantan Kapolda Metro Jaya itu. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Update