Jumat, 19 Agustus 2022

Indonesia Mengajukan Diri Menjadi Host Piala Asia 2023, Presiden Setuju

Berita Terkait

Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia 2023 (Dok. PSSI)

batampos – Indonesia bakal bersaing menjadi tuan rumah Piala Asia 2023 dengan tiga negara yang lebih dulu mengajukan diri. Yakni, Australia, Jepang, dan Korea Selatan. Kepastian tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.

Zainudin menuturkan, PSSI sudah menyampaikan permohonan dan pemerintah mendukung langkah tersebut.

’’Ada permohonan dari PSSI untuk jadi tuan rumah Piala Asia 2023. Hari ini (kemarin) mereka (PSSI) akan ke AFC. Nanti mereka menyampaikan surat dari PSSI untuk menjadi tuan rumah,’’ ucapnya saat diwawancarai di gedung Kemenpora, Senayan, kemarin.

Menurut Zainudin, pemerintah sudah setuju soal pengajuan itu. ’’Saya langsung laporkan presiden untuk meminta arahan. Kata beliau, silakan kita mengajukan diri. Hasilnya seperti apa (lihat nanti), karena Korea (Selatan), Jepang, dan Australia juga mengajukan,’’ ujarnya.

Zainudin menilai, kans menjadi tuan rumah menjadi kesempatan bagus bagi Indonesia. Apalagi, Indonesia juga sudah dipastikan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 20 Mei–11 Juni 2023. Sedangkan Piala Asia digelar pada 16 Juni–16 Juli 2023.

’’Jadi, kita dalam keadaan yang siap. Infrastruktur masih ada (bagus). Kemudian juga SDM ada. Jadi, tidak terlalu sulit. Itu jadi poin penting untuk kita. Cuma, kalau minta tambah (SDM), ya kita tambah lagi. Tidak ada masalah,’’ bebernya.

Politikus Partai Golkar itu menuturkan, sebenarnya menjadi tuan rumah Piala Asia 2023 tidak masuk perencanaan awal. Sebagaimana diketahui, sebelumnya pergelaran Piala Asia 2023 direncanakan berlangsung di Tiongkok.

Namun, Negeri Tirai Bambu itu mengundurkan diri lantaran masih fokus pada penanganan pandemi Covid-19.

AFC kemudian menawarkan kesempatan kepada 24 negara yang lolos ke putaran final Piala Asia untuk mengajukan diri jadi tuan rumah. Batas pengajuan proposal tuan rumah Piala Asia sampai 15 Juli.

’’Jadi, ada peluang satu lagi (menjadi tuan rumah selain Piala Dunia U-20) yang kami tambah. Memang arahan presiden untuk mengambil sebanyak mungkin event internasional. Kami akan buktikan jadi penyelenggara yang baik, kami mampu,’’ ucapnya.

Zainudin menegaskan, dalam penyelenggaraan, ada tiga hal yang jadi tujuan. Yaitu, sukses penyelenggaraan, prestasi, dan administrasi. ’’Dan itu harus sukses tiga-tiganya,’’ ujarnya.

Ada keuntungan khusus bagi Indonesia jika menjadi tuan rumah. Sebab, skuad Garuda bakal menempati pot pertama bersama para unggulan lain.

Saat ini, Indonesia menjadi tim dengan ranking terendah di antara tim yang lolos dengan menempati posisi ke-155. Dengan posisi itu, otomatis skuad Merah Putih menempati pot empat. Nah, jika berada di pot pertama, Indonesia memiliki kans untuk bisa bersaing secara kompetitif di Piala Asia.

Bagi timnas Indonesia, Piala Asia 2023 adalah penampilan kelima sepanjang sejarah. Sebelumnya, skuad Garuda berlaga di edisi 1996, 2000, 2004, dan 2007. (*)

 

Reporter: JPGroup

Update