Harapan Gelar Hongkong Open Datang dari 3 Sektor

0
17
Tunggal putra Jonatan Christie berpose usai lolos dari babak 16 besar Hong Kong Open 2023 dan melaju ke perempat final pada Jumat. (ANTARA/HO-PP PBSI)
Tunggal putra Jonatan Christie berpose usai lolos dari babak 16 besar Hong Kong Open 2023 dan melaju ke perempat final pada Jumat. (ANTARA/HO-PP PBSI)

batampos – Harapan menyaksikan Jonatan Christie melawan Anthony Sinisuka Ginting di babak final Hongkong Open 2023 gagal terealisasi. Jojo berhasil menggenggam tiket final setelah mengalahkan andalan Malaysia Ng Tze Yong (21-19, 21-23, 21-13), sedangkan Ginting takluk dari wakil Jepang Kenta Nishimoto (13-21, 15-21) saat berhadapan di Hongkong Coliseum, Sabtu (16/9).

Sejak awal, badminton lovers tanah air sangat berharap keduanya bisa saling berhadapan di final lantaran berada di pool yang berbeda. Selain itu, Viktor Axelsen yang kerap menjadi ganjalan utama sudah takluk di babak 32 besar oleh Chiah Hao Lee (16-21, 10-21). Sayang, kondisi itu tak bisa dimanfaatkan Ginting.

’’Puji Tuhan, berkah Tuhan yang luar biasa. Jujur, dari pertama datang ke Hongkong dalam kondisi yang belum tahu bisa main atau tidak. Kondisi otot perut yang saat itu tidak enak tapi dengan berjalannya waktu Tuhan bantu pulihkan,’’ ungkap Jojo.

Namun, juara Asian Games 2018 itu menilai, berdasar penampilannya melawan Tze Yong, masih banyak yang harus diperbaiki. Terutama ketika poin-poin unggul.

’’Masih kurang tenang, masih kurang disiplin dan kurang berani penggunaan pukulannya. Sempat beberapa kali malah jadi ragu-ragu dan lawan jadi lebih leluasa untuk mengontrol pertandingan,’’ ungkapnya.

Pada game kedua, Jojo sebetulnya bisa menuntaskan pertandingan lebih awal andai bisa menang. Namun, sayang gagal. Dari sini, dia melihat ada dua sisi. ’’Negatifnya memang itu tidak boleh dilakukan, saya harus belajar lagi. Sisi positifnya, ketika itu terjadi, di game ketiga mental saya tidak drop dan bisa fokus lagi. Itu sesuatu yang bisa menjadi nilai plus tadi,’’ ujarnya.

Kondisi yang sama terjadi di ganda. All Indonesian final tak terealisasi. Saat Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin sukses mengalahkan Lee Yang/Wang Chi Lin (13-21, 21-8, 21-13), Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan takluk dari Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (22-24, 21-19, 11-21).

Leo menyesalkan seniornya tak bisa ke final. Sebab, mulanya dia sangat ingin berlaga di babak pemungkas bertajuk all Indonesian final. ’’Sudah lama kami tidak ada all Indonesian final dan gelar dari ganda putra,’’ sebutnya.

Daniel menambahkan, momen ke final begitu melegakan lantaran sudah lama tak bertarung di babak akhir. ’’Kami mencoba maksimal saja di pertandingan, percaya sama kemampuan kami,’’ ucapnya.

Menghadapi Kim/Anders disebutnya bakal berat. Selain secara head-to-head masih kalah 2-3, lawan juga dalam kepercayaan diri tinggi setelah sebelumnya meraih runner-up BWF World Championships 2023. ’’Namanya partai final, pasti tidak mudah,’’ katanya.

Pertarungan sengit bakal disajikan di final ganda putri antara Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti melawan andalan Malaysia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Kemarin (16/9) Apriyani sukses mengalahkan wakil Denmark Maiken Fruergaard/Sara Thygesen (21-16, 23-21) dan Pearly/Thinaah menundukkan duo Thailand Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaard (21-13, 21-18).

Kedua pasangan bertekad menuntaskan dahaga dan meraih gelar perdana tahun ini. Sepanjang 2023, prestasi terbaik kedua pasangan mentok di babak final. Apriyani/Fadia menduduki posisi kedua d BWF World Champioships pada 21–27 Agustus.

Saat itu di babak final takluk oleh jagoan Tiongkok Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (16-21, 12-21). Sedangkan Pearly/Thinaah meraih runner-up di Malaysia Maters pada 23–28 Mei setelah takluk di babak final dari wakil Korea Selatan Baek Ha Na/Lee So He (20-22, 21-8, 17-21).

’’Besok (hari ini) akan jadi partai yang ramai. Kami sudah sama-sama tahu, sudah sering bertemu. Kami harus main taktis dan tidak boleh hilang fokus sedikit pun,’’ tegas Fadia.

Secara head-to-head juga berimbang dengan kedudukan 2-2. ’’Untuk final, tinggal siapkan mentalnya saja. Kondisi kami alhamdulillah baik dari kondisi badan, pikiran, dan komunikasi antara saya, Fadia,’’ ujar Apriyani. (*)

 

Reporter: JPGroup

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini