Sabtu, 3 Desember 2022

Gagal di Seri Jakarta, Atlet Indonesia Veddriq Tetap Juara Dunia

Berita Terkait

Climber Indonesia Veddriq Leonardo sukses menjadi juara Seri Piala Dunia 2022 di Salt Lake City, Amerika Serikat. (Olympics.com)

batampos – Veddriq Leonardo memang tidak menjadi juara pada ajang IFSC World Cup 2022 seri Jakarta yang berlangsung di Lot 16-17 SCBD, Sabtu (24/9).

Laju Veddriq di seri Jakarta terhenti di perempatfinal usai kalah dari Kiromal Katibin dengan catatan waktu 5,153 detik berbanding 5,146 detik untuk Katibin.

Namun, dia tetap mendapatkan status sebagai juara dunia 2022 dengan poin 4455. Dia mengungguli Katibin dengan 4080 di posisi kedua dan pemanjat Tiongkok Jinbao Long (3105).

Keberhasilan Veddriq meraih gelar juara secara keseluruhan tak lepas karena berhasil menjadi juara dua kali dari total tujuh seri.

Dia merebut juara di Seoul (6-8 Mei) dan Salt Lake City II (27-29 Mei)

Veddriq puas bisa menjadi juara dunia meskipun di seri Jakarta tak meraih juara. Sebab, dia merasa kalah dengan Katibin dengan catatan waktu yang sangat tipis.

“Yang pasti saya senang lah hari ini bisa juara dunia dan keseluruhan. Ini membangun optimisme kita untuk Olimpiade 2024 dan tahun depan kualifikasi,” harapnya saat diwawancarai usai lomba.

Namun, dia tak mau berpuas diri. Sebab, menurutnya, ajang panjat tebing sangat dinamis. Dimana, hasil juara di satu seri tak menjamin banyak hal.

Sebab, di seri-seri ataupun ajang selanjutnya belum tentu bisa terbaik. Karena itu, konsistensi menurutnya sangat penting.

Dia menambahkan, persiapan panjang harus kembali dilakukan tim Indonesia untuk mengukuti event selanjutnya. “Tahun depan ada kualifikasi. Ini bisa mengetahui peta persaingan,” katanya.

Soal kompetitor dari negara lain, Veddriq menilai semua negara sangat diwaspadai. Termasuk Tiongkok yang memamg memiliki tradisi bagus di cabang olahraga ini.

“Kalau mereka (Tiongkok) dari 2008 sudah juara dunia. Justru kita mengejar. Jadi ini bisa jadi optimisme kita bisa bersaing. Banyak kejutan juga kan,” ujarnya.

Kejutan yang dimaksuda adalah keberhasilan Aspar Jaelolo menjadi juara di Seri Jakarta. Menurutnya, keberhasilan sang senior merebut gelar juara patut diapresiasi.

“Wah dia luar biasa. Bisa menjadi pembelajaran dan memotivasi atlet-atlet muda. Yang dilihat dari cedera sampai berjuangnya,” katanya. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Update