
batampos – Arsenal tinggal selangkah lagi menuju sejarah. Setelah sukses mengakhiri puasa gelar Liga Inggris, tim asuhan Mikel Arteta kini memburu trofi Liga Champions pertama mereka saat menghadapi Paris Saint-Germain di Budapest akhir pekan ini.
Tantangannya jelas tidak mudah. PSG datang sebagai juara bertahan Eropa usai musim lalu menghancurkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 di final. Tim racikan Luis Enrique juga kembali menunjukkan dominasi di Prancis setelah merebut gelar Ligue 1 musim ini.
Meski begitu, mantan gelandang Arsenal Emmanuel Petit percaya PSG tetap punya celah yang bisa dimanfaatkan The Gunners.
Dalam sebuah diskusi di acara White and Jordan, presenter Jim White bertanya kepada Petit soal kelemahan terbesar PSG. Simon Jordan langsung menyela dengan jawaban singkat: “Penjaga gawang.”
Petit tidak sepenuhnya menolak pendapat tersebut, walaupun ia mengakui performa sang kiper mulai membaik dalam beberapa pekan terakhir.
“Bahkan sang kiper, Anda tahu, dia telah banyak berkembang dalam beberapa minggu terakhir,” lanjut Petit.
“Dia tampil mengesankan dalam pertandingan melawan Lens 10 hari yang lalu.”
Saat White menyinggung bahwa Petit sebelumnya seolah ingin mengatakan PSG nyaris tanpa kelemahan, pria Prancis itu kemudian memberikan penjelasan lebih detail.
“Ya, saya rasa saya akan mengatakan hal yang sama, Anda tahu, kiper itu.”
Selain sektor penjaga gawang, Petit juga menilai lini belakang PSG masih bisa dieksploitasi, khususnya di area Marquinhos.
“Jika saya melihat para pemain bertahan, saya mungkin akan menyebut Marquinhos. Dia sudah tidak muda lagi.”
“Dia kesulitan ketika menghadapi lawan yang kuat, tetapi jika Anda melihat tim, para pemainnya, saya tidak melihat kelemahan apa pun.”
“Mereka sangat kuat di setiap bidang.”
Meski mengakui kualitas PSG yang luar biasa, Petit tetap percaya Arsenal punya peluang besar jika mampu bermain tanpa rasa takut.
Menurutnya, kunci utama bukan sekadar taktik, melainkan mentalitas ketika memasuki lapangan.
“Mainkan saja sepak bola Anda sendiri. Tatap mata Paris Saint-Germain. Masuklah ke lapangan dan mainkan sepak bola Anda sendiri.”
“Anda harus melupakan bagaimana mereka bermain. Anda harus memberikan sentuhan pribadi di lapangan.”
“Masuklah ke lapangan dan Anda ingin memenangkan final itu. Tidak masalah siapa lawan Anda.”
Petit juga merasa Arsenal punya alasan kuat untuk percaya diri menghadapi raksasa Prancis tersebut. Baginya, pencapaian The Gunners dalam beberapa musim terakhir sudah cukup membuktikan kualitas mereka di level tertinggi.
“Bagi saya, inilah solusinya. Jika saya seorang pemain Arsenal, saya akan sampai pada pemikiran akhir ini: ‘Dengar, kawan-kawan, selama 16 bulan terakhir tim ini adalah tim terburuk yang bisa dikalahkan di planet ini.”
“Mereka memiliki pemain-pemain yang luar biasa, mereka sangat bagus secara kolektif, tetapi itu tidak penting. Kami memiliki kualitas. Kami kuat.”
“Kami baru saja memenangkan Liga Primer, liga tersulit di dunia. Di Liga Champions, kami telah menjadi salah satu tim yang paling berkembang dalam tiga atau empat tahun terakhir, jadi kami memiliki kualitas untuk menyulitkan mereka juga.”
Dengan dua tim yang sama-sama sedang berada di puncak performa, final di Budapest diprediksi bakal berlangsung ketat. Arsenal punya momentum dan rasa percaya diri tinggi, sementara PSG datang dengan pengalaman serta status juara bertahan.
“Secara taktik, ini sangat menarik.” (*)
