Rabu, 28 September 2022

Eng Hian Berikan Target bagi Dua Ganda Putri di Kejuaraan Dunia

Berita Terkait

Ganda putri Indonesia Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto saat bertanding di Hylo Open 2021. (F. PP PBSI )

batampos – Sepanjang sejarah kejuaraan dunia, belum sekali pun wakil ganda putri Indonesia meraih podium teratas.

Hasil terbaik ganda putri Indonesia didapat Finarsih/Lili Tampi pada Kejuaraan Dunia 1995 dan pasangan Verawaty Fajrin/Imelda Wiguna pada edisi 1980 dengan meraih medali perak.

Pada edisi tahun ini, terdapat dua wakil Indonesia di ganda putri. Yaitu, Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi.

Ana –sapaan Febriana Dwipuji Kusuma– mengaku antusias mengikuti kejuaraan dunia pertamanya ini. ’’Kami persiapannya tidak sebentar. Persiapannya dari segi teknis dan nonteknis terus dari segi latihan pastinya maksimal,’’ ujar Ana.

Tampil perdana, Ana sadar bertemu pemain elite dunia harus punya mental bertanding dan spirit yang lebih besar daripada yang lain. ’’Kalau masuk senior, lawannya kelas atas dengan apa pun kondisinya dan dibuat pengalaman apa yang harus diperbaiki,” ucap Ana.

Tandem Ana, Tiwi –sapaan Amalia Cahaya Pratiwi–, mengamini bahwa sisi mental menjadi yang paling disiapkan. Terutama ketika berhadapan dengan pemain yang lebih berpengalaman. ’’Ini bagian persiapan bisa bersaing dengan pemain di kelas atas,’’ kata Tiwi.

Sementara itu, Ribka Sugiarto punya mimpi menjadi juara. Sebab, semenjak dipisahkan dari Fadia, Ribka yang berpasangan dengan Febby Valencia Dwijayanti Gani belum sekali pun meraih juara.

Sedangkan Fadia yang bertandem dengan Apriyani Rahayu terbilang gacor dengan meraih juara di SEA Games 2021, Malaysia Open, dan Singapore Open. ’’Targetnya dengan Fadia pastinya ingin juara. Ingin buktikan dari akunya juga, tapi ya step-by-step saja,’’ tutur Ribka.

Pelatih ganda putri Eng Hian memberikan target spesifik bagi dua wakilnya yang tampil di Kejuaraan Dunia 2022 ini. Juru taktik yang akrab disapa Coach Didi itu menginginkan pemainnya bisa mendapatkan medali. Apa pun warna medali yang didapat.

Coach Didi berharap, khususnya untuk Ribka/Fadia yang kembali dipasangkan, bisa mengukir prestasi. Sebab, sesudah kejuraan dunia ini mereka bakal dipisahkan kembali.

’’Tentunya di kesempatan kejuaraan dunia ini masih bisa berprestasi. Kalau dapat medali, jadi prestasi individu ya. Walaupun akan berpisah. Jadi kebanggaan tersendiri. Medali apa pun. Itu sebuah prestasi tersendiri,’’ ungkap Eng Hian.

Eng Hian optimistis chemistry mereka masih terjalin baik di lapangan. ’’Untuk komunikasi itu tidak ada masalah. Chemistry Fadia dan Ribka lebih lama ketimbang Fadia dengan Apriyani,’’ ujarnya.

Selain itu, sebelum dipisahkan, sebetulnya keduanya menunjukkan progres permainan yang bagus meski prestasinya kurang menonjol. Hanya, Ribka/Fadia harus dipisah karena Greysia Polii pensiun. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Update