Barcelona Tinggal Berharap pada Trofi La Liga

0
22
Para pemain Barcelona merayakan gol bunuh diri yang dicetak Eder Militao dalam pertandingan leg pertama semifinal Piala Raja di Santiago Bernabeu pada 3 Maret. (Javier Soriano/AFP/Antara)
PBarcelona tinggal berpeluang menambah trofi La Liga musim ini. (Javier Soriano/AFP/Antara)

batampos – Bermain di Camp Nou dengan keunggulan 1-0 tidak mampu membawa FC Barcelona lolos ke final Copa del Rey. Malah Barca dipermalukan rival abadi, Real Madrid, dengan kekalahan mengenaskan 0-4 kemarin (6/4) dini hari.

Runtuh juga ketangguhan lini belakang Barca yang baru kebobolan 9 kali dalam 27 jornada di La Liga. Sebelum dipermak empat gol oleh Real kemarin, gawang Marc-Andre ter Stegen dan Inaki Pena di Copa del Rey tidak pernah kebobolan dalam tiga laga beruntun.

Tapi, berhadapan dengan dua penyerang andalan Real, Karim Benzema dan Vinicius Junior, gawang Barca seperti lumbung gol. Setelah Vini membuka skor sebelum turun minun, Benzema menorehkan hat-trick untuk memberikan kekalahan empat gol tanpa balas pertama bagi Barca sejak kekalahan 0-5 di La Liga pada Januari 1995.

Meski begitu, entrenador Barca Xavi Hernandez masih bisa membanggakan diri.

Baca Juga: Real Madrid Melenggang ke Final Copa Del Rey Setelah Hancurkan Barcelona

”Musim lalu kami mengalahkan mereka 4-0 (di Estadio Santiago Bernabeu dalam ajang La Liga, Red), tetapi gagal memenangi apa pun. Musim ini, meski kalah 0-4, kami masih bisa juara di liga,” papar Xavi kepada Diario AS.

Dengan keunggulan 12 poin (71-59) atas Real setelah 27 jornada, Barca memang favorit untuk merengkuh gelar La Liga musim ini. Memang masih ada tiga laga yang harus dilakoni Barca melawan klub penghuni lima besar. Yakni, Atletico Madrid, Real Sociedad, dan Real Betis. Tapi, semua berlangsung di Camp Nou.

Dari kekalahan melawan Real kemarin, Xavi menilai anak asuhnya belajar banyak. ”Intinya, jika Anda tidak membunuh Real, mereka yang akan membunuhmu,” ucap pelatih 43 tahun tersebut.

Sebelum El Clasico kemarin, Xavi sejatinya memenangi tiga pertemuan tahun ini. Termasuk dalam final Supercopa de Espana di Stadion Internasional King Fahd, Riyadh. Barca menang 3-1. Apakah karena taktik Xavi sudah terbaca?

Baca Juga: Frank Lampard akan Kembali Melatih Chelsea

Gelandang Barca Sergi Roberto menilai psikis timnya yang bermasalah.

”Ketika tertinggal 0-1 di babak pertama, kondisi ruang ganti masih optimistis untuk membalikkan keadaan. Tapi, gol kedua mereka terlalu cepat (di babak kedua, Red) dan memengaruhi psikis kami. Kami kemudian kehilangan kontrol dan ritme permainan,” bebernya kepada Mundo Deportivo.

Entrenador Real Carlo Ancelotti menyatakan bahwa strategi timnya menghadapi Barca sama seperti sebelumnya. Ancelotti pun tidak menyangka atas kemenangan besar timnya.

”Kami mungkin memberikan peran berbeda kepada Rodrygo (Goes, wide attacker Real yang dimainkan di nomor 10, Red), tetapi pendekatan dan persiapan kami sama seperti El Clasico sebelumnya,” ungkapnya kepada Diario AS.

Baca Juga: Ganda Putri Segel Satu Tiket Semifinal Orleans Masters

”Detail kecil yang membedakan dengan gol pertama kami berawal dari skema yang sangat bagus dan itu memberikan tekanan kepada lawan,” imbuh pelatih yang kemarin melakoni laga ke-101 dalam periode kedua di Real. Pada periode pertama (2013–2015), Ancelotti menjalani 119 laga.

Dalam final Copa del Rey di Estadio La Cartuja, Sevilla, pada 7 Mei mendatang, Real menghadapi Osasuna. Itu adalah final pertama bagi Real sejak menang 2-1 atas Barca dalam final 2014. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini