Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Lawan Ganda Korsel Perempat Final China Open

0
21
Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti menembus perempat final China Open. (PBSI)
Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti menembus perempat final China Open. (PBSI)

batampos – Ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti menembus perempat final China Open Super 1000. Kemarin (7/9) PriFad, akronim Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, mengalahkan wakil Korsel Jeung Na-eun/Kim Hye-jeong 21-16, 21-18 di Changzhou Olympic Sports Centre.

Capaian ini jelas menjadi sinyal positif buat PriFad setelah menembus final kejuaraan dunia di Kopenhagen, Denmark (27/8). Apalagi, China Open Super 1000 juga bagian dari kejuaraan mengumpulkan poin menuju Olimpiade Paris 2024.

”Sekarang kami mau menikmati pertandingan demi pertandingan. Tidak mau berpikir terlalu jauh yang membuat permainan kami malah ragu-ragu. Itu yang cukup terasa berbeda sekarang,” kata Fadia kemarin.

Partnernya, Apriyani, menambahkan, tahun ini memang hasil yang didapat naik turun. Dia dan Fadia menjalani proses menang dan kalah.

”Kami ada di fase menurun tahun ini, tapi kami coba balik lagi di kejuaraan dunia kemarin dan alhamdulillah sudah mulai terlihat hasilnya. Kami akan terus membawa yang baik. Kepercayaan diri ini harus dijaga, pun dengan komunikasi,” ucap Apriyani.

Menghadapi jagoan Korsel hari ini, Fadia menyebut lebih siap dan sudah tahu harus bermain seperti apa. ”Kami menonton laga pasangan Korsel ini dan menganalisis permainan mereka, lalu menyiapkan semuanya. Semoga semua berjalan lancar dari awal sampai akhir,” jelas Apriyani.

Di babak perempat final, PriFad sekali lagi bertemu wakil Korsel Baek Ha-na/Lee So-hee. Rekor pertemuan PriFad versus Baek/Lee masih tertinggal 1-2.

Sementara di tunggal putra, Shesar Hiren Rhustavito bakal menghadapi rekan senegaranya, Jonatan Christie, setelah keduanya bisa menang di 16 besar. Vito, sapaan akrab Rhustavito, menaklukkan wakil Malaysia Ng Tze Yong 18-21, 21-11, 22-20. Sedangkan Jonatan Christie sukses mengalahkan wakil Kanada Brian Yang 12-21, 21-15, 21-14.

Jelang melawan Vito, Jojo, sapaan Jonatan Christie, menyikapinya dengan rileks. ”Siapa saja yang menang tetap Indonesia. Tapi, jujur hari ini (kemarin) saya merasa bermain kurang bagus dibandingkan babak pertama lalu,” sebut Jojo. Secara head-to-head, Jojo memang masih digdaya dengan rekor 4-1 atas Vito.

Pertemuan terakhir keduanya berlangsung di babak 16 besar Indonesia Masters 2023. Saat itu Jojo menang 21-16, 21-15.

Di sisi lain, ganda campuran seolah belum bisa menunjukkan permainan terbaiknya. Tiga wakil berguguran dan membuat Indonesia tanpa wakil di sektor ini pada perempat final.

Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dikalahkan Dechapol Puavaranukroh/Sapsire Taerattanachai 16-21, 13-21, Dejan Ferdinansyah/Gloria E. Widjaja ditundukkan Zheng Siwei/Huang Yaqiong 5-21, 17-21, dan Praveen Jordan/Melati Daeva ditaklukkan Tan Kian Meng/Lai Pei Jing 21-18, 19-21, 12-21.

”Kami kalah start di game pertama karena kami kaget dan kurang siap dengan sisi lapangan yang sangat berangin. Jadi, sulit untuk mengontrol pengembalian bola,” tutur Gloria. (*)

 

 

Reporter: JPgroup

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini