
batampos – Kota Batam untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah ajang basket internasional FIBA 3×3 Women’s Series dan FIBA 3×3 Challenger Putra. Turnamen bergengsi yang digelar di Alun-alun Engku Putri, Batam Center, pada 23-26 Juli 2026 ini diikuti 32 tim dari 21 negara.
Selain memperebutkan gelar juara, tim terbaik dari masing-masing kategori juga akan mengamankan tiket menuju seri berikutnya dalam rangkaian FIBA 3×3 World Tour, kompetisi basket 3×3 tertinggi di dunia.
Ketua Badan 3×3 Perbasi Pusat, Nani Soer Budimansyah, mengatakan Batam kini menjadi bagian penting dalam kalender kompetisi internasional FIBA.
Baca Juga: Wasit Top Inggris Anthony Taylor Gantung Peluit setelah 20 Tahun Berkarier
Menurutnya, kualitas peserta yang hadir menunjukkan bahwa turnamen tersebut berada pada level tertinggi basket 3×3 dunia.
“Nomor satu dan nomor dua dunia ada di sini. Jadi ini benar-benar ajang internasional,” kata Nani, Selasa (21/7).
Pada kategori Women’s Series yang berlangsung 23-24 Juli, tim peringkat pertama dunia asal Ulaanbaatar, Mongolia, akan bersaing dengan tim peringkat kedua dunia dari Prancis.
Selain itu, Tim Nasional Putri Indonesia juga akan menghadapi kontestan dari Belanda, Latvia, Thailand, Jepang, Rumania, Slovenia, Mesir, Vietnam, dan Filipina.
Persaingan tak kalah sengit akan tersaji pada kategori Challenger Putra yang berlangsung 25-26 Juli.
Baca Juga: Donald Trump Usul AS Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Lagi
Tim peringkat pertama dunia asal Serbia, yang juga merupakan peraih medali emas Olimpiade, dipastikan tampil menghadapi tim peringkat kedua dunia dari Miami, Amerika Serikat.
Indonesia menurunkan tiga wakil, yakni Waisai, Ambon, dan Balige. Secara keseluruhan terdapat 32 tim dari 21 negara yang berpartisipasi. Sebagian peserta telah tiba lebih awal di Batam untuk menjalani latihan resmi, sedangkan tim lainnya dijadwalkan datang menjelang pertandingan.
Seluruh peserta akan mengikuti technical meeting di Harris Hotel Batam Center sebelum kompetisi dimulai.
Ketua Perbasi Kepulauan Riau sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Suhadi, mengatakan kesiapan arena pertandingan telah mencapai sekitar 95 persen.
Sejak Selasa (21/7), lapangan berstandar FIBA 3×3 di Alun-alun Engku Putri telah digunakan peserta untuk sesi latihan resmi.
Baca Juga: FIFA Investigasi Bentrok Pemain usai Laga Final Piala Dunia 2026
Pertandingan hari pertama dijadwalkan dimulai pukul 11.30 WIB hingga malam hari.
Panitia menyediakan sekitar 800 kursi penonton, termasuk 200 kursi VIP. Tiket dijual bertahap mulai Rp30 ribu, kemudian Rp50 ribu, hingga Rp75 ribu-Rp100 ribu untuk partai final.
Suhadi menjelaskan hadiah uang bagi para juara sepenuhnya disediakan oleh FIBA dengan total nilai sekitar USD20 ribu, selain poin peringkat dunia yang diperebutkan para peserta.
Ia berharap penyelenggaraan FIBA 3×3 menjadi momentum bagi Batam dan Kepulauan Riau untuk memperkuat posisi sebagai destinasi sport tourism.
Menurutnya, keberhasilan menjadi tuan rumah diharapkan membuka peluang hadirnya lebih banyak kejuaraan olahraga internasional sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkenalkan Batam di panggung olahraga dunia.
Penyelenggaraan FIBA 3×3 Batam mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, Pemerintah Kota Batam, Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, serta Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). (*)
