Kamis, 9 Juli 2026

Persaingan Ballon d’Or 2026 Memanas! Peluang Messi, Mbappe dan Haaland Naik Tajam

Berita Terkait

Erling Haaland merayakan gol saat membawa Norwegia menang 4-1 atas Irak di Piala Dunia 2026. (FIFA)

batampos – Peta persaingan Ballon d’Or 2026 mulai berubah seiring bergulirnya Piala Dunia 2026.

Sejumlah pemain yang sebelumnya tidak terlalu diperhitungkan kini justru masuk dalam daftar favorit, sementara beberapa nama yang tampil gemilang di level klub mulai kehilangan momentum.

Piala Dunia memang kerap menjadi panggung yang menentukan dalam perebutan Ballon d’Or. Sejarah menunjukkan bahwa performa pemain di turnamen empat tahunan tersebut sering kali memiliki pengaruh besar terhadap penilaian para pemilih, bahkan mampu menggeser pencapaian selama satu musim penuh di level klub.

Fenomena itu kembali terlihat pada edisi 2026. Berdasarkan data dari Betfair yang dikutip MARCA, peluang sejumlah pemain berubah drastis setelah memasuki fase-fase krusial Piala Dunia.

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Lionel Messi. Kapten timnas Argentina itu sempat dianggap hanya sebagai kandidat pelengkap sebelum turnamen dimulai. Peluangnya meraih Ballon d’Or saat itu hanya berada di angka 0,97 persen.

Namun situasinya berubah cukup signifikan. Penampilan konsisten Messi bersama Argentina membuat peluangnya melonjak menjadi 10,34 persen atau meningkat sekitar 966 persen dibandingkan sebelum Piala Dunia dimulai.

Lonjakan tersebut membawa pemain berusia 39 tahun itu masuk ke jajaran lima besar kandidat Ballon d’Or 2026.

Jika Argentina mampu melangkah lebih jauh, peluang Messi untuk kembali meraih penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola diperkirakan akan terus meningkat.

Meski demikian, posisi teratas masih ditempati Harry Kane. Penyerang Inggris itu tetap menjadi favorit dengan peluang sebesar 22,27 persen. Angka tersebut sedikit meningkat dibandingkan sebelum Piala Dunia bergulir, menunjukkan bahwa performanya masih cukup konsisten sepanjang turnamen.

Persaingan semakin menarik karena Kylian Mbappe terus memberikan tekanan. Penyerang Prancis tersebut mengalami peningkatan peluang yang sangat besar, dari 4,36 persen menjadi 19,30 persen.

Produktivitas Mbappe yang telah mencetak tujuh gol di Piala Dunia menjadi salah satu faktor utama yang mengangkat posisinya.

Kini selisih peluang antara Mbappe dan Kane hanya sekitar tiga persen, sehingga persaingan menuju Ballon d’Or diprediksi akan berlangsung hingga akhir turnamen.

Selain Messi dan Mbappe, Jude Bellingham juga mulai kembali diperhitungkan. Gelandang Real Madrid itu mengalami kenaikan peluang hingga 566 persen setelah tampil impresif bersama Inggris.

Nama lain yang ikut menikmati efek positif Piala Dunia adalah Erling Haaland. Penyerang Norwegia tersebut meningkatkan peluangnya dari 1,92 persen menjadi 6,59 persen berkat koleksi tujuh gol yang membawa negaranya melaju hingga babak perempat final.

Michael Olise juga memperkuat posisinya dalam persaingan, sementara Cristiano Ronaldo dan Vinicius Junior sama-sama mencatat peningkatan meski belum terlalu signifikan.

Di sisi lain, tidak semua pemain mampu mempertahankan peluangnya. Declan Rice menjadi sosok yang mengalami penurunan paling tajam. Peluang gelandang Inggris tersebut merosot dari 10,89 persen menjadi hanya 3,45 persen.

Penurunan juga dialami Khvicha Kvaratskhelia, Raphinha, Ousmane Dembele, hingga Julian Alvarez.

Mereka dinilai belum mampu memberikan dampak sebesar para pesaingnya sepanjang berlangsungnya Piala Dunia.

Perubahan ini sekaligus memperlihatkan bahwa Ballon d’Or belum memiliki pemenang yang benar-benar pasti. Hasil pertandingan di sisa turnamen diprediksi masih akan sangat menentukan arah persaingan.

Apabila para kandidat utama mampu membawa negaranya melangkah hingga semifinal atau bahkan menjadi juara dunia, peluang mereka meraih Ballon d’Or dipastikan akan semakin terbuka.

Sebaliknya, kegagalan di fase gugur bisa membuat posisi mereka kembali tergeser oleh pemain lain yang tampil lebih menentukan di momen-momen penting. (*)

ReporterJPGroup

Update