
batampos – Real Madrid tersingkir dari Liga Champions. Bintang Real Madrid, Vinicius Junior, kembali menjadi sorotan panas usai aksinya memicu kontroversi dalam laga dramatis melawan Bayern Munchen di Allianz Arena.
Sikap provokatif sang winger tak hanya menuai kritik, tetapi juga memperkeruh tensi pertandingan yang berakhir dengan kekalahan menyakitkan bagi Los Blancos.
Insiden bermula pada menit kesembilan ketika Vinicius melakukan tekel berlebihan terhadap Joshua Kimmich. Meski bola telah dimainkan, Vinicius tetap menjatuhkan gelandang Bayern tersebut.
Protes Kimmich kepada wasit Slavko Vincic tidak digubris, bahkan situasi semakin memanas saat Vinicius kembali melakukan tindakan tak sportif menyentuh pergelangan kaki Kimmich yang sudah terjatuh sebelum mendorongnya kembali ke tanah.
Pelatih Bayern, Vincent Kompany, tampak murka di pinggir lapangan. Reaksi keras itu kontras dengan sikapnya sebelumnya, di mana ia sempat membela Vinicius pada leg pertama.
“Saya pikir Vini harus tetap seperti dirinya,” ujarnya.
Wasit Vincic akhirnya hanya memberikan peringatan secara pribadi tanpa kartu tambahan kepada Vinicius, meski sang pemain sudah mengantongi kartu kuning. Keputusan ini memicu kemarahan publik Allianz Arena, yang langsung melontarkan sorakan keras setiap kali pemain berusia 25 tahun itu menyentuh bola.
Ketegangan antara Vinicius dan Kimmich rupanya bukan hal baru. Rivalitas keduanya sudah memanas sejak semifinal Liga Champions 2024, ketika Vinicius melakukan gestur provokatif yang dianggap tidak sportif.
Dalam salah satu momen, ia sempat meminta bola dari Kimmich saat lemparan ke dalam, hanya untuk menjatuhkannya dengan sengaja sebelum digulirkan menjauh.
Pada musim tersebut, Real Madrid sukses melaju hingga final berkat dua gol telat Joselu dan akhirnya menaklukkan Borussia Dortmund untuk meraih gelar Liga Champions ke-15 mereka. Namun, kisah kali ini berakhir berbeda.
Laga berlangsung penuh drama hingga menit akhir. Keputusan kontroversial kembali terjadi saat Eduardo Camavinga diganjar kartu merah pada menit ke-86 akibat dianggap mengulur waktu. Padahal, ia hanya menahan bola sesaat untuk menghambat restart cepat Bayern.
Wasit yang diduga lupa bahwa Camavinga sudah mengantongi kartu kuning sebelumnya langsung mengeluarkan kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.
Keputusan tersebut memicu kemarahan para pemain Real Madrid, sementara media Spanyol mengecam keras kepemimpinan Vincic. Di sisi lain, Vinicius justru terlihat menyindir dengan tepuk tangan sarkastik, namun lagi-lagi lolos dari hukuman.
Unggul jumlah pemain dimanfaatkan maksimal oleh Bayern. Tiga menit setelah kartu merah, tendangan Luis Diaz yang berbelok arah sukses menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Drama belum usai, Michael Olise kemudian mencetak gol kemenangan di masa injury time, memastikan kemenangan 4-3 bagi tuan rumah.
Hasil ini memastikan Bayern melangkah ke semifinal dan akan menghadapi Paris Saint-Germain. Sementara itu, Real Madrid harus tersingkir, dengan Vinicius Junior kembali menjadi pusat kontroversi dalam kekalahan yang menyakitkan. (*)
