
batampos – FC Bayern Munchen menundukkan Real Madrid dengan skor 4-3 pada leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 di Allianz Arena, Kamis (16/4). Hasil itu membuat Bayern unggul dengan agregat 6-4 dan memastikan langkah ke semifinal.
Real Madrid sebenarnya langsung membuka keunggulan cepat melalui Arda Guler pada menit pertama lewat tembakan jarak jauh yang tidak mampu dihalau kiper lawan. Namun, Bayern merespons cepat dengan sundulan Aleksandar Pavlovic yang berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit keenam.
Madrid kembali unggul pada menit ke-29 melalui gol kedua Arda Guler lewat eksekusi tendangan bebas yang mengarah ke pojok atas gawang. Namun, gol itu dibalas Harry Kane yang mencetak gol penyama kedudukan 2-2 pada menit ke-38.
Tim tamu lalu unggul kembali pada menit ke-42 ketika Kylian Mbappe mencetak gol usai menerima umpan dari Vinicius Junior, menutup babak pertama dengan skor 3-2 untuk keunggulan Real Madrid.
Di babak kedua, intensitas pertandingan meningkat dengan sejumlah peluang dari kedua tim. Pada menit ke-89 Luis Diaz mencetak gol dari luar kotak penalti untuk menyamakan skor menjadi 3-3.
Drama baru mencapai puncaknya pada menit ke-90+4 ketika Michael Olise mencetak gol penentu kemenangan lewat serangan balik dengan memanfaatkan assist dari Harry Kane. Gol tersebut memastikan skor 4-3 untuk tuan rumah.
Dalam wawancara usai pertandingan, Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa mengungkapkan rasa kecewanya. Pelatih berusia 43 tahun itu menilai keputusan wasit mengusir Eduardo Camavinga menjadi titik balik yang membuat Real Madrid kehilangan kendali atas pertandingan.
“Ini adalah situasi yang tidak dipahami siapa pun. Anda bisa mengusir pemain untuk hal seperti itu dalam pertandingan sebesar ini. Jelas, pertandingan berakhir pada momen tersebut. Ini benar-benar tidak bisa dijelaskan dan tidak adil. Kami sangat terpukul karena laga ini lepas dari kendali kami dengan cara yang tidak bisa dikontrol. Saya juga sangat sedih untuk para pemain atas usaha yang telah mereka lakukan,” kata Arbeloa dikutip dari Diario AS.
Arbeloa juga menganggap kartu kuning kedua yang diberikan kepada Camavinga tidak layak, bahkan berpendapat bahwa wasit tampak kurang memahami situasi pertandingan. Menurutnya, terdapat kesalahan ganda dalam keputusan tersebut karena pemain yang baru masuk di babak kedua justru mendapat hukuman yang merugikan tim.
“Saya pikir wasit memberinya kartu justru karena alasan itu, karena para pemain Bayern harus memberi tahu bahwa itu adalah kartu kuning kedua. Namun, bahkan kartu kuning pun tidak pantas diberikan dalam situasi seperti ini. Dalam pertandingan sebesar ini, menghukum pemain untuk hal seperti itu tidak masuk akal,” ujar Arbeloa.
“Sering kali saya merasa wasit, entah tidak pernah bermain sepak bola atau tidak memahami bagaimana menangani situasi seperti ini dengan lebih baik. Bahkan lebih buruk lagi, mereka tidak menyadari bahwa pemain yang sudah mendapat kartu tidak akan melakukan hal seperti itu. Camavinga masuk di babak kedua, jadi menurut saya ini adalah kesalahan ganda,” tambahnya
Meskipun demikian, dalam akhir wawancaranya, Arbeloa menegaskan bahwa dirinya telah berupaya maksimal untuk membantu tim meraih kemenangan, tetapi hasil akhir tidak berpihak kepada mereka. “Saya merasa sudah melakukan segalanya untuk membantu para pemain saya meraih kemenangan setiap hari,” kata Arbeloa.
Dengan demikian, Real Madrid harus rela mengakhiri perjalanannya di Eropa. Sementara itu, Bayern Munchen akan menghadapi PSG pada semifinal Liga Champions leg pertama dan leg kedua pada 29 April dan 7 Mei. (*)
