Rabu, 25 Februari 2026

Inter Milan Tumbang 1-2 dari Bodo/Glimt, Tersingkir di Liga Champion

Berita Terkait

Bodo/Glimt singkirkan Inter dari ajang Liga Champions. (Foto: AFP)

batampos – Inter Milan harus menelan pil pahit saat menjamu Bodo/Glimt pada leg kedua playoff di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (25/2) dini hari WIB. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Inter takluk 1-2 dan dipastikan tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 2-5 dari wakil Norwegia tersebut.

Hasil ini terasa menyakitkan bagi kubu tuan rumah. Setelah pada leg pertama menyerah 1-3, Inter Milan sebenarnya datang dengan tekad membalikkan keadaan. Namun harapan itu pupus seiring efektivitas permainan Bodo/Glimt yang tampil disiplin dan klinis sepanjang laga Liga Champions itu.

Babak pertama berjalan cukup ketat. Inter Milan langsung mengambil inisiatif serangan dan mengurung pertahanan tim tamu Bodo/Glimt.

Sejumlah peluang tercipta, tetapi tak satu pun mampu dikonversi menjadi gol. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum, membuat asa publik Giuseppe Meazza masih terjaga.

Petaka datang selepas jeda. Pada menit ke-58, Jens Petter Hauge memanfaatkan celah di lini belakang dan membawa Bodo/Glimt unggul lebih dulu.

Gol tersebut membuat Inter tertekan karena harus mengejar selisih agregat yang kian melebar. Situasi semakin sulit ketika Hakon Evjen menggandakan keunggulan tim tamu pada menit ke-72 lewat skema serangan cepat.

Inter sempat memperkecil ketertinggalan melalui Alessandro Bastoni enam menit berselang. Bek timnas Italia itu menyambut situasi bola mati dan mencetak gol yang membangkitkan sedikit harapan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, tak ada gol tambahan tercipta.

Secara statistik, Inter sebenarnya tampil dominan. Mereka menguasai sekitar 70 persen penguasaan bola dan mencatatkan 603 operan dengan akurasi mencapai 90 persen.

Dari total 33 percobaan tembakan, hanya enam yang tepat sasaran. Sebaliknya, Bodo/Glimt yang hanya mencatatkan tujuh tembakan justru lima di antaranya mengarah ke gawang dan berujung dua gol.

Inter juga memperoleh 16 tendangan sudut, tetapi tak satu pun mampu dimaksimalkan dengan baik. Dominasi tersebut pada akhirnya tak berarti tanpa ketajaman di depan gawang.

Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Nerazzurri. Bermain di kandang sendiri dan tampil menekan sepanjang laga, Inter tetap gagal membalikkan keadaan. Sementara Bodo/Glimt menunjukkan bahwa efektivitas dan disiplin bisa mengalahkan dominasi penguasaan bola.

San Siro pun menjadi saksi langkah Inter yang terhenti secara tragis, sementara tim tamu melangkah dengan percaya diri ke fase berikutnya. (*)

Update