Sabtu, 24 Januari 2026

UEFA Siap Voting Darurat, Israel Terancam Didepak dari Sepak Bola Eropa

Berita Terkait

UEFA
F. uefa.com.

batampos – Uni Sepak Bola Eropa (UEFA) dikabarkan siap menggelar voting darurat pekan depan untuk membahas kemungkinan menggantung Israel dari seluruh kompetisi Eropa. Isu ini mencuat setelah tekanan politik semakin meningkat menyusul seruan PBB agar Israel dilarang tampil di ajang internasional.

Ketegangan memuncak ketika pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak penggantungan Israel dari sepak bola internasional. Desakan itu muncul setelah laporan terkait pembunuhan massal di wilayah Palestina yang diduduki.

Sumber menyebut, UEFA kemungkinan akan memutuskan pekan depan apakah voting darurat itu benar-benar digelar. Jika mayoritas negara anggota setuju, Israel bisa terancam tidak lagi tampil di kompetisi Eropa.

Namun, langkah tersebut berpotensi memicu gesekan dengan Amerika Serikat. Negeri Paman Sam yang juga tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 menentang keras rencana itu.

“Kami akan bekerja penuh untuk menghentikan segala upaya melarang tim nasional Israel dari Piala Dunia,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS kepada Sky News.

UEFA sebenarnya memiliki kewenangan untuk melarang timnas Israel atau klubnya tampil di turnamen Eropa. Namun, partisipasi Israel di babak kualifikasi Piala Dunia berada di bawah otoritas FIFA, bukan UEFA.

Sekretaris jenderal semua federasi anggota UEFA saat ini tengah berkumpul di Marbella, Spanyol. Meski isu Israel tidak masuk agenda resmi, sejumlah pejabat memprediksi voting darurat bisa digelar pekan depan.

Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub, menegaskan Israel tidak pantas diberi ruang baik di UEFA maupun FIFA.

“Israel telah melanggar prinsip, nilai, dan aturan FIFA. Karena itu, saya percaya Israel harus dikenakan sanksi larangan,” ujar Rajoub kepada TV2.

Jika tidak ada perubahan, timnas Israel dijadwalkan menghadapi dua lawan berat bulan depan, yakni Norwegia dan Italia dalam laga kualifikasi Piala Dunia. (*)

 

Update