
batampos – Timnas tenis putri Indonesia lolos ke playoff qualifier Piala Billie Jean King (BJK) setelah melalui lima pertandingan dengan sistem round robin.
Timnas tenis putri Indonesia, yang diperkuat oleh Janice Tjen, Aldila Sutjiadi, Priska Nugroho, Anjali Junarto, dan Meydiana Laviola, serta Christopher Rungkat sebagai kapten, menempati posisi runner-up dalam persaingan ketat Grup I Asia Oceania dan maju ke. playoff.
Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) pun mempersiapkan program lanjutan untuk tim nasional tenis putri Indonesia yang berhasil lolos ke playoff qualifier Piala Billie Jean King (BJK).
Sekjen PELTI Andi Fajar mengatakan bahwa federasi berupaya meningkatkan pengalaman bertanding para atlet, khususnya pemain yang masih minim jam terbang di turnamen internasional.
“Program sudah berjalan. Para pemain akan memilih turnamen yang bisa dimanfaatkan untuk meraih poin,” kata Andi sebagaimana dikutip dari laman Antara, Senin (13/4).
Dalam ajang yang berlangsung di New Delhi, India, pada 7-11 April, Indonesia mencatatkan skor 4-1, dengan berhasil mengalahkan Selandia Baru, Mongolia, India, dan Korea, namun harus mengakui keunggulan Thailand di hari terakhir.
“Selamat untuk tim kita yang berhasil lolos ke tahap berikutnya. Ini perjuangan luar biasa, tim menunjukkan kekompakan dan mampu berada di posisi runner-up,” kata Andi.
Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi momentum penting bagi Indonesia setelah penantian panjang sejak terakhir kali mencapai fase serupa pada 2004.
Menurut dia, membangun tim untuk ajang beregu putri yang bergengsi tidak mudah dan membutuhkan proses panjang serta konsistensi pembinaan.
“Ini perjalanan panjang. Turnamen ini merupakan salah satu yang paling bergengsi di tenis putri,” ujar Andi.
Lebih lanjut, PELTI akan mempersiapkan tim secara maksimal menghadapi babak playoff qualifier Piala BJK pada November mendatang dengan memantau hasil pertandingan negara lain yang juga tengah bersaing.
Sejumlah negara kuat berpotensi menjadi lawan Indonesia, di antaranya Jepang, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Slovenia, Polandia, serta Swiss atau Ceko.
“Tentu kita menunggu hasil undian untuk mengetahui lawan selanjutnya,” kata Andi.
PELTI berupaya meningkatkan pengalaman bertanding para atlet, terutama bagi para pemain muda Anjali dan Meydiana. Andi mengatakan mengikutsertakan mereka dalam turnamen level internasional, minimal kategori W15, guna menambah poin dan pengalaman.
Dalam waktu dekat, mereka dijadwalkan mengikuti turnamen di Singapura dan Malaysia sebagai bagian dari rangkaian pembinaan.
Ia menambahkan bahwa seluruh program yang dijalankan PELTI saling terintegrasi sebagai persiapan menghadapi berbagai ajang, termasuk Asian Games 2026.
“Semua program terkoneksi, termasuk untuk persiapan multi-event ke depan,” kata Andi.
Dengan hasil yang diraih tim putri, PELTI optimistis peluang Indonesia untuk bersaing di tingkat Asia semakin terbuka, baik di nomor tunggal maupun ganda.
“Kami optimistis, peluang di sektor putri cukup terbuka. Yang terpenting atlet tetap dalam kondisi prima dan terhindar dari cedera,” ujar Andi.(*)
