
batampos – Tim bulutangkis Indonesia berhasil mengawali Badminton Asia Mixed Team Championships 2025 dengan kemenangan melawan Hong Kong di Grup B. Pertandingan yang berakhir dengan skor telak 5-0 itu dimainkan di Qingdao Conson Sports Centre, Qingdao, Tiongkok, Selasa (11/2).
Poin pertama tim Indonesia datang dari kapten tim, Rinov Rivaldy yang berduet dengan Lisa Ayu Kusumawati di ganda campuran. Mereka menang atas atas Chun Wai Lui/Chi Yan Fu dengan skor 18-21, 21-8, 21-19.
Putri Kusuma Wardani sukses menggandakan keunggulan tim Merah Putih pada partai kedua. Dia tak menemui kendala berarti saat menumbangkan Yeung Sum Yee karena hanya butuh 35 menit untuk menang 21-8, 21-15.
Tim Indonesia memastikan kemenangan atas Hong Kong pada partai berikutnya. Alwu Farhan yang jadi tumpuan di tunggal putra, berhasil membungkam andalan lawan sekaligus pemain nomor 20 dunia, Ng Ka Long Angus. Dia menang 21-12, 18-21, 21-19.
Duet ganda putri Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti kemudian menambah keunggulan tim Indonesia di partai keempat. Mereka meraih kemenangan atas Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan dengan skor 21-15, 21-17.
Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin sebagai wakil ganda putra pun menutup pertandingan dengan manis. Dia menghajar Law Cheuk Him/Yeung Shing Choi lewat tiga gim 21-19, 21-23, 21-8 untuk memastikan tim Indonesia sapu beraih kemenangan dengan skor 5-0.
Meski menang telak, tim Indonesia merasa belum bisa tampil sempurna. Setidaknya hal itu diutarakan oleh dua wakil Merah Putih yang bertanding, yakni Daniel Marthin dan Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Daniel beranggapan bahwa performa dia dan Fikri belum maksimal. Mereka masih kerap tak fokus dan terburu-buru saat menang lawan ganda putra Hong Kong.
“Kami harus siap kapanpun diturunkan, kami tidak boleh lengah dan terus antisipasi lawan. Evaluasi dari pertandingan harin ini, kami harus fokus dari awal sampai akhir dan tidak terburu-buru,” terang Daniel.
Sementara Fadia, berpendapat bahwa dirinya dan Lanny masih beradaptasi dengan lapangan dan sentuhan-sentuhan pukulan pada pertandingan pertama. Selain itu, mereka juga kerap melakukan error.
Nah, kesalahan itu dikritisi oleh Fadia sendiri dan dia siap melakukan evaluasi. “Secara permainan sudah cukup enak tapi kami harus evaluasi untuk tidak mudah membuang-buang poin,” jelasnya.
Sementara itu, bagi Lanny Tria Mayasari, menjalani laga perdana memang tidak selalu mudah karena para pemain juga sedang dalam masa adaptasi dengan lapangan.
“Kami masih beradaptasi dengan lapangan, sentuhan-sentuhan pukulan juga belum sempurna. Kami merasa shuttlecock berbeda dengan yang kami gunakan di latihan kemarin. Yang ini sedikit lebih lambat,” pungkas pebulutangkis berusia 22 tahun tersebut. (*)
