Sabtu, 29 Januari 2022

Tiga Wakil Indonesia Hadapi Pertarungan Hidup dan Mati

Berita Terkait

batampos.co.id – Ganda putri nomor satu Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu hari ini akan menjalani laga hidup-mati di BWF World Tour Finals 2021.

Peraih medali emas Olimpiade Tokyo itu harus menang saat menghadapi pasangan Malaysia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan di Bali International Convention Centre. Itu jadi syarat agar mereka bisa lolos ke semifinal WTF dari grup A.

Syarat itu harus dipenuhi lantaran Greysia/Apriyani kemarin tumbang di partai kedua grup A. Mereka takluk di tangan pasangan Korea Selatan (Korsel) Kim So-yeong/Kong Hee-yong. Ganda yang saat ini menduduki ranking keenam dunia itu harus mengakui keunggulan So-yeong/Hee-yong dua game langsung 15-21, 18-21.

Gara-gara hasil tersebut, Greysia/Apriyani dan Pearly/Thinaah saat ini sama-sama mengoleksi satu kemenangan di grup A. Pasangan yang unggul di laga siang nanti menemani So-yeong/Hee-yong ke semifinal mewakili grup A.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil memetik kemenangan pada laga perdana Grup A BWF World Tour Finals 2021. (BWF/Badminton Photo)

So-yeong/Hee-yong memastikan tiket babak empat besar lebih dulu karena sudah mengoleksi dua kemenangan. ’’Pikiran dan mental. Itu aja sih yang harus dipersiapkan buat laga besok (hari ini, Red),’’ ucap Greysia.

Jika dilihat rekor pertemuan, Greysia/Apriyani masih unggul atas Perly/Thinaah. Dari empat kali bentrok, pasangan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 tersebut telah mengukir empat kemenangan.

Baca juga: Kalah di Pertandingan Kedua, Juara Olimpiade Mengaku Sudah Tampil Maksimal

Kali terakhir keduanya bertemu adalah pada babak 32 besar Denmark Open Oktober lalu (19/10). Saat itu Greysia/Apriyani menang dalam tiga game 17-21, 21-13, 21-14.

Dari ganda campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva juga membuka asa untuk tampil di semifinal. Itu setelah kemarin mereka meraih kemenangan pertama di WTF. Mereka menaklukkan pasangan Inggris Marcus Ellis/Lauren Smith. Di laga itu, Praveen/Melati menang dua game langsung 21-16, 21-13.

Sebagaimana Greysia/Apriyani, PraMel –sapaan Praveen/Melati– juga butuh kemenangan hari ini untuk mengunci tiket empat besar. Lawan yang dihadapi adalah duet Taiwan Tang Chun Man/Tsa Ying Suet.

’’Motivasi harus lebih tinggi buat laga besok (hari ini, Red). Sama siapin kondisi aja. Hari ini (kemarin, Red) kami bisa menang karena langsung nyerang dari awal,’’ ucap Praveen.

Sementara itu, ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo punya keuntungan istirahat lebih panjang kemarin. Pasalnya, ganda berjuluk The Minions tersebut batal main.

Pasalnya, lawan mereka asal India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty mengundurkan diri karena cedera. Di laga hari ini, Marcus/Kevin akan menghadapi Kim Astrup/Anders Rasmussen. Agar lebih aman untuk melaju ke semifinal, Marcus/Kevin harus menang dalam pertandingan ini. Kalaupun kalah, Minions masih bisa melaju ke empat besar kalau berhasil merebut satu game.

Sementara itu, debutan Indonesia Pramudya Kusumawardana/Yeremia Rambitan harus mengubur asa mereka menembus semifinal. Pram/Yere mendapat kekalahan kedua mereka di fase grup kemarin.

Setelah pada Rabu lalu tumbang di tangan pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, kemarin duet berjuluk The Prayer –singkatan dari nama keduanya– itu kalah dari ganda Malaysia Ong Yew Sin/Teo Ee Yi. Pram/Yere kalah dalam tiga game 21-12, 11-21, 18-21.

’’Sebenarnya, kami tadi (kemarin, Red) punya kesempatan menang. Sudah sama-sama capek. Tapi, kami kurang tahan. Fokus juga kurang bisa kami atur,’’ ucap Pram.

Yere menambahkan, mereka terlalu bernafsu untuk menang saat sudah unggul 11-8 di game terakhir. Namun, ternyata setelah itu mereka malah membuat terlalu banyak kesalahan sendiri. ’’Memang terlalu bernafsu kami tadi (kemarin, Red),’’ ucap Yere. (*)

Reporter: JPGroup

Update