
batampos – Bursa transfer musim panas resmi ditutup pada (2/9) pukul 01.00 dini hari WIB, dengan Manchester United sukses berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan dua transfer beberapa jam sebelum forum jual-beli ini berakhir.
Beberapa pekan ke belakang, United sukses merombak lini depan mereka, meskipun harus merogoh kocek dana fantastis, sekitar GBP 200 juta untuk mendatangkan Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Sesko.
Tak sampai disitu, Setan Merah juga sukses mendepak pemain-pemain yang tak terpakai, meski berstatus pemain pinjaman, seperti Marcus Rashford ke Barcelona, Rasmus Hojlund resmi menuju Napoli, dan Anthony kembali berseragam Real Betis.
Sayangnya hingga batas waktu transfer berakhir, United asuhan Ruben Amorim gagal mendatangkan tambahan bala bantuan di lini tengah yang menurut pengamat serta pencinta sepak bola terlihat sangat lemah di beberapa laga pembuka musim 2025/2026.
Tetapi baru-baru ini tim bermarkas di Old Trafford ini berhasil menyelesaikan dua transfer penting beberapa jam sebelum bursa jual-beli ini ditutup. Berikut transfer-transfer yang sudah di selesaikan Manchester United.
Kedatangan Senne Lammens di Bawah Mistar Gawang
Setan Merah telah menemukan solusi untuk kelemahan yang selama ini terjadi di bawah mistar gawang setelah mencapai kesepakatan dengan Royal Antwerp, setelah berhasil mengakusisi Senne Lammens dengan harga GBP 18.2 juta (Rp 405 miliar).
Kebutuhan United untuk upgrade kualitas kiper sangat terlihat sepanjang pramusim dan beberapa laga pembuka yang memperlihatkan kekurangan tim asuhan Amorim ini.
Lammens mengaku bangga bisa bergabung dengan klub sebesar Manchester United dan menjelaskan gaya bermainnya sebagai penjaga gawang all-round.
Dalam wawancara pertamanya di Carrington, Lammens menyebut dirinya banyak terinspirasi oleh dua kiper top dunia, yakni Manuel Neuer dan Thibaut Courtois. “Saya suka bermain dari belakang, membantu pertahanan, dan menjadi shot-stopper yang bisa diandalkan. Menjadi penjaga gawang all-round adalah sesuatu yang saya banggakan,” ujar Lammens.
Kiper Belgia berusia 23 tahun ini tampaknya bisa jadi solusi Andre Onana dan Altay Bayındır yang masih kesulitan bersinar di Old Trafford, tetapi muncul pertanyaan apakah Lammens bisa jadi jawaban jangka panjang penerus sah tahta David de Gea?
Hanya waktu yang bisa menjawab itu semua, tetapi jelas Amorim tidak puas dengan performa dua kiper utamanya dengan yang telah diperlihatkan sejauh ini dalam waktu singkatnya di Old Trafford.
Onana dianggap menjadi biang kerok tersingkirnya Manchester United dari putaran kedua Piala Carabao melawan klub divisi empat Inggris, Grimsby Town setelah penjaga gawang asal Kamerun ini melakukan dua kali kesalahan yang membuat Setan Merah imbang 2-2 di waktu normal.
Kemudian, United harus mengakui keunggulan salah satu peserta Liga Kedua Inggris itu lewat adu penalti, dan harus kalah dengan skor 12-11 setelah dua pemain baru, Cunha dan Mbeumo gagal melaksanakan tugasnya.
Kini dengan kedatangan Lammens mungkin bisa menjadi titik terang bagi tim bermarkas di Old Trafford ini untuk lebih klinis menjaga jala gawang mereka menjadi anti kebobolan sepanjang musim 2025/2026. (*)
