Sabtu, 20 Juli 2024

Sempurna Hingga Giornata Keempat, Inter Milan Tekuk AC Milan 5-1

Berita Terkait

Henrikh Mkhitaryan (kiri) dan Davide Frattesi merayakan gol ke gawang AC Milan. (GABRIEL BOUYS/AFP)

batampos – AC Milan memang mampu membobol gawang Inter Milan untuk kali pertama dalam lima edisi terakhir Derby della Madonnina. Masalahnya, gol Rafael Leao pada menit ke-57 kemarin (17/9) tidak mampu menghindarkan AC Milan dari kekalahan.

Bahkan, Rossoneri –sebutan AC Milan– dihancurkan Inter dengan skor 1-5 dalam Derby della Madonnina edisi ke-238 di Stadio Giuseppe Meazza.

Nerazzurri –sebutan Inter– pun mengukuhkan status sebagai raja derbi seiring selalu menang dalam lima pertemuan terakhir. Kemenangan dengan margin empat gol sekaligus kali pertama terjadi dalam derbi Milan sejak 29 Agustus 2009. Kala itu Nerazzurri juga keluar sebagai pemenang.

Kemenangan atas rival sekota itu sekaligus menjadikan skuad asuhan Simone Inzaghi sebagai satu-satunya tim yang sempurna sampai giornata keempat Serie A (12 poin). Unggul dua poin dari Juventus (10 poin) dan tiga poin dari AC Milan (9 poin).

Kali terakhir Inter meraih hasil sempurna sampai giornata keempat terjadi pada musim 2019–2020. Malah sampai enam giornata. Antonio Conte sebagai allenatore Inter saat itu sukses memperkenalkan duet striker Lu-La. Yakni, Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez.

Nah, musim ini allenatore Inter Simone Inzaghi memiliki duet baru. Lautaro sebagai kapten Inter didampingi striker Prancis Marcus Thuram. Gol kedua Inter merupakan kontribusi Thuram melalui tendangan menyilang yang menghunjam ke pojok kiri gawang kiper AC Milan Mike Maignan.

Gol yang menjadi torehan kedua Tikus –julukan Thuram– bersama Inter. Gol debut putra legenda Prancis Lilian Thuram itu tercipta pekan lalu (4/9) ke gawang ACF Fiorentina. ”Dari Big Rom (sebutan Lukaku, Red) ke Big Marcus,” tulis Tuttosport.

Kepada Sky Sport Italia, Thuram bangga bisa menorehkan gol dalam derbi. Striker 26 tahun itu sekaligus menyebutkan, Inter racikan Simo –sapaan akrab Simone Inzaghi– memudahkan adaptasinya di sepak bola Italia.

”Aku tahu, tim ini memang tim hebat. (Kota) Milan ya Nerazzurri,” tutur mantan striker Borussia Monchengladbach tersebut.

Terpisah, Simo melihat prospek cerah Thuram sebagai duet Lautaro mulai musim ini. Diakui Simo, setelah hengkangnya Edin Dzeko (Fenerbahce), Lukaku (AS Roma), plus Joaquin Correa (dipinjamkan ke Olympique de Marseille), tidak mudah mendapatkan partner serasi bagi Lautaro.

Selain Thuram, Inter sejatinya mendatangkan Marko Arnautovic dan Alexis Sanchez. Tetapi, periode emas dua striker yang sama-sama berusia 34 tahun itu harus diakui sudah lewat.

”Aku berharap dia (Thuram) bisa terus berlanjut seperti ini (tampil bagus dan mencetak gol),” kata Simo di Inter TV. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Update