
batampos – Santos mengalami kekalahan telak 6-0 di kandang sendiri dari Vasco da Gama pada lanjutan Série A Brasil.
Dilansir dari laman Bein Sports pada Rabu (20/8), hasil ini menandai kekalahan terburuk klub dalam sejarah kompetisi, sekaligus menjerumuskan mereka semakin dekat ke zona degradasi.
Kekalahan enam gol di kandang sendiri menjadi catatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam perjalanan Santos di kasta tertinggi.
Philippe Coutinho tampil gemilang dalam kemenangan Vasco dengan mencetak dua gol dan mengatur alur permainan tim.
Kemenangan besar ini mengangkat Vasco keluar dari zona degradasi untuk pertama kalinya dalam beberapa pekan terakhir, sekaligus memperlihatkan perbedaan kualitas permainan dibanding Santos yang tampil rapuh.
Kekecewaan mendalam tampak pada Neymar setelah peluit akhir berbunyi. Sang kapten dan ikon klub terlihat menangis dan mengakui rasa malu atas hasil tersebut. Ia menyerukan aksi damai bagi para suporter yang memprotes, seraya menegaskan kekecewaannya atas penampilan buruk tim.
Sebagai respons cepat, manajemen Santos memutuskan memecat pelatih kepala Cléber Xavier. Pelatih berusia 61 tahun itu hanya mampu meraih lima kemenangan dari 15 pertandingan sejak ditunjuk pada April, dan gagal membawa tim keluar dari papan bawah klasemen. Keputusan ini diambil ketika Santos hanya berjarak dua poin dari zona degradasi.
Santos, klub legendaris yang pernah melahirkan nama besar seperti Pelé, kini berada dalam situasi genting. Setelah kembali ke Série A pada November lalu usai semusim di divisi kedua, mereka kesulitan beradaptasi dengan persaingan ketat liga.
Neymar, yang kembali dari Al-Hilal pada Juni lalu, masih menjadi tumpuan utama dengan enam gol dan tiga assist dalam 21 penampilan meski sempat cedera.
Kekalahan dari Vasco menyoroti lemahnya lini pertahanan sekaligus menguji moral skuad. Kepemimpinan Neymar di lapangan akan sangat krusial dalam usaha menghindari degradasi.
Saat bersiap menghadapi Bahia, tekanan meningkat bagi Santos untuk segera bangkit, mengembalikan harga diri, dan mengamankan status mereka di kasta tertinggi sepak bola Brasil. (*)
