Minggu, 22 Februari 2026

Rusia Dukung Indonesia Usai Disanksi IOC karena Tolak Atlet Israel

Berita Terkait

Ilustrasi IOC sesalkan penolakan visa atlet Israel oleh pemerintah Indonesia. (Dok. Olympics)

batampos – Pemerintah Rusia menyatakan dukungan kepada Indonesia usai dijatuhi sanksi oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Hukuman itu diberikan setelah Indonesia menolak kehadiran atlet Israel di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2026 di Jakarta, sebagai bentuk protes terhadap operasi militer Israel di Gaza.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menilai keputusan IOC terhadap Indonesia menunjukkan adanya standar ganda dalam penerapan prinsip non-diskriminasi di dunia olahraga internasional.

“Tentu saja ini adalah standar ganda. IOC tidak mengeluarkan pernyataan serupa terhadap negara-negara yang sebelumnya menolak memberikan visa kepada atlet Rusia,” kata Peskov dikutip dari Sport.ru, Minggu (26/10).

Dukungan Rusia ini muncul setelah Indonesia mendapat hukuman dari IOC berupa penghentian seluruh dialog dengan Komite Olimpiade Nasional Indonesia (KOI) terkait penyelenggaraan Olimpiade, Youth Olympic Games, dan konferensi olahraga internasional lainnya.

Sanksi tersebut sekaligus menggagalkan rencana Indonesia untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2036.

Dalam pernyataannya, IOC menilai kebijakan Indonesia yang menolak partisipasi atlet Israel bertentangan dengan prinsip non-diskriminasi di olahraga internasional.

IOC juga menegaskan larangan tersebut akan tetap berlaku hingga Indonesia memberikan jaminan tertulis bahwa semua peserta, tanpa memandang kebangsaan, dapat berpartisipasi penuh dalam ajang olahraga di Tanah Air.

Selain itu, IOC merekomendasikan seluruh federasi olahraga internasional untuk tidak menggelar kompetisi di Indonesia sampai jaminan tersebut dipenuhi.

Sebelumnya, Federasi Senam Israel (Israel Gymnastics Federation/IGF) mengecam keras keputusan Indonesia dan menyebutnya sebagai “preseden berbahaya.”

IGF bahkan sempat mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS) agar partisipasi Israel dijamin atau kejuaraan dipindahkan, namun ditolak.

Salah satu atlet yang terdampak adalah Artem Dolgopyat, peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 sekaligus juara dunia nomor lantai.

Menanggapi sanksi IOC, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan pemerintah menghormati keputusan tersebut dan menegaskan bahwa Indonesia akan tetap berpartisipasi aktif di panggung olahraga dunia. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Update