
batampos – Mantan pelatih Manchester United Ruben Amorim dilaporkan menjadi kandidat kuat untuk menangani AC Milan. Pelatih berusia 41 tahun itu saat ini masih berstatus tanpa klub sejak dipecat oleh Manchester United pada 5 Januari.
Amorim dikabarkan telah mengadakan pembicaraan dengan pihak AC Milan di Portugal pada pekan lalu. Ketertarikan terhadap Amorim merupakan bagian dari proses restrukturisasi besar-besaran yang tengah dilakukan klub Serie A tersebut, setelah mereka gagal lolos ke Liga Champions musim depan.
Sebelumnya, AC Milan sempat mengincar mantan pelatih Bournemouth, Andoni Iraola. Namun, rencana itu berubah setelah Liverpool secara mengejutkan memecat Arne Slot dan menunjuk Iraola sebagai penggantinya.
Dalam proses pencarian pelatih baru, AC Milan juga mempertimbangkan sejumlah nama lain. Beberapa nama itu ialah pelatih tim nasional Amerika Serikat Mauricio Pochettino dan mantan manajer Crystal Palace Oliver Glasner.
Pelatih Al Ahli Matthias Jaissle serta pelatih Stuttgart Sebastian Hoeness juga masuk daftar pertimbangan. Selain itu, Ralf Rangnick juga telah menjalani wawancara untuk posisi pelatih kepala.
AC Milan diketahui tengah melakukan perombakan besar setelah finis di posisi kelima Serie A musim 2025/2026. Hasil itu membuat mereka kembali gagal lolos ke Liga Champions untuk dua musim berturut-turut.
Kegagalan tersebut berujung pada pemecatan Massimiliano Allegri yang baru satu tahun menjabat. Sejumlah petinggi klub seperti direktur olahraga Igli Tare, CEO Giorgio Furlani, dan direktur teknis Geoffrey Moncada juga ikut meninggalkan klub.
Sementara itu, karier Ruben Amorim di Manchester United tidak berjalan sesuai harapan. Amorim ditunjuk sebagai pelatih kepala pada November 2024 dengan kontrak tiga tahun dan menggantikan Erik ten Hag.
Manchester United mengeluarkan dana sebesar 11 juta euro (sekitar Rp 226 miliar) untuk memboyongnya. Hal itu dikarenakan reputasi Amorim sebagai salah satu pelatih muda terbaik di Eropa setelah sukses meraih dua gelar Liga Portugal bersama Sporting CP.
Namun, performa Manchester United justru menurun drastis di bawah asuhannya. Saat kedatangannya, tim hanya terpaut empat poin dari zona empat besar, tetapi akhirnya mengakhiri musim 2024/2025 di peringkat ke-15 dengan hanya mengumpulkan 42 poin.
Catatan itu menjadi yang terburuk dalam era Premier League dan terendah sejak klub terdegradasi pada musim 1973/1974. Amorim akhirnya dipecat setelah muncul indikasi ketegangan dengan direktur sepak bola klub, Jason Wilcox.
Salah satu pemicu utama ialah perbedaan pandangan terkait penerapan formasi 3-4-3 yang ia usung. Dalam sebuah kesempatan usai hasil imbang 1-1 melawan Leeds United, Amorim bahkan menegaskan bahwa dirinya merasa sebagai manajer, bukan sekadar pelatih.
Hal itu pun memperkeruh situasi internal klub. Saat ini, peluang melatih AC Milan dapat menjadi kesempatan bagi Amorim untuk menghidupkan kembali kariernya di level tertinggi sepak bola Eropa.
Keputusan akhir Milan terkait posisi pelatih kepala diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat, seiring berlanjutnya proses restrukturisasi klub. (*)
