Rabu, 25 Mei 2022

Review MU vs Aston Villa di Piala Liga

Berita Terkait

Manajer Aston Villa Steven Gerrard. (Chris Radburn/Reuters/Antara)

batampos – Persentase kemenangan Ralf Rangnick dalam enam pertandingan pertama sebagai pelatih interim Manchester United hanya 50 persen.

Bahkan, mengawali pergantian tahun sekaligus laga terakhir pekan lalu (4/1), United dipermalukan Wolverhampton Wanderers 0-1 di Old Trafford.

Efeknya, ruang ganti United terbelah. Sebagian pemain menyalahkan taktik yang diusung Rangnick.

Skema 4-2-2-2 bergaya gegenpressing dari pelatih yang bekerja mulai 3 Desember 2021 itu dianggap terlalu banyak mengubah skema 4-2-3-1 yang sudah diaplikasikan pendahulunya, Ole Gunnar Solskjaer, selama tiga tahun.

Kapten United Harry Maguire memang telah berbicara kepada media bahwa pemain tetap menghormati Rangnick maupun taktik yang diaplikasikannya bagi tim.

Tapi, sudah menjadi rahasia umum bahwa pernyataan Maguire sekadar upaya meredakan ketegangan.

Apalagi, Maguire termasuk ”korban” Rangnick dengan munculnya wacana untuk menggusur ban kapten di lengan bek termahal dunia tersebut.

Ketika melawan Wolves, kapten United berpindah ke Cristiano Ronaldo dengan alasan Maguire cedera.

Namun, ada kemungkinan Maguire kembali tidak mengenakan ban kapten United saat menghadapi Aston Villa dalam putaran ketiga Piala FA di Old Trafford dini hari nanti (siaran langsung beIN Sports 2 pukul 02.55 WIB).

Kali ini kemungkinannya karena Rangnick ingin memainkan opsi bek tengah lainnya seperti duet Victor Lindelof dan Phil Jones. Dua tipikal bek yang suka bekerja keras sebagaimana keinginan Rangnick.

”Setiap diberi kesempatan bermain, aku siap memberikan segalanya. Keringat, darah, maupun air mata,” ucap Jones yang memainkan laga pertamanya setelah 707 hari ketika melawan Wolves kepada MUTV.

Bukan hanya Rangnick, Steven Gerrard juga terhitung baru menangani Villa. Pengganti Dean Smith per 11 November 2021 itu memiliki persentase kemenangan 50 persen dari delapan laga.

Hanya, laga-laga yang dilakoni pemilik sapaan Stevie G tersebut memang berat. Misalnya menghadapi Manchester City (kalah 1-2); bertandang ke klub yang membesarkannya, Liverpool FC (kalah 0-1); lalu menghadapi Chelsea di Stamford Bridge (kalah 1-3).

Gerrard mengakui belum mendapati bahwa Villa seperti yang dimauinya. Yaitu, tim dengan gaya bermain attacking football.

”Ketika pelatih baru datang, mereka membutuhkan waktu untuk menanamkan identitas dan filosofi dalam permainan klubnya,” tutur Gerrard kepada Daily Mail.

Gerrard sadar seburuk apa pun situasi United saat ini, The Red Devils tetap lebih favorit ketimbang timnya.

”United tetaplah United. Mereka tetap klub besar. Di Piala FA, mereka klub yang punya tradisi sebagai pemenang. Itu akan tetap mereka miliki,” kata pelatih yang musim lalu membawa Rangers FC memenangi Scottish Premiership tersebut. (*)

Reporter: JPGroup

Update