Sabtu, 1 Oktober 2022

Rekor Sempurna Iga Swiatek: Tujuh Final, Tujuh Gelar

Berita Terkait

Batam Juara Umum Kejurprov PBSI Kepri

Guangzhou jadi Tuan Rumah World Tour Finals 2022

Nagelsmann Diminta Tepikan Gaya yang Fashionable

Petenis nomor satu dunia asal Polandia Iga Swiatek merayakan keberhasilannya menjadi juara US Open 2022. (Timothy A. Clary/AFP )

batampos – Harapan Ons Jabeur merengkuh titel grand slam pertamanya sepanjang karier dari Amerika Serikat (AS) Terbuka pupus.

Namun, petenis Tunisia tersebut bisa pulang dengan kepala tegak. Pasalnya, yang mengalahkan dia pada final kali ini memang benar-benar petenis terbaik. Dia adalah sang ratu alias ranking ke-1 dunia Iga Swiatek.

Ya, Swiatek lagi-lagi mampu menjaga rekor sempurna saat sudah mencapai final. Sudah tujuh kali dia tampil di partai puncak tahun ini dan semuanya berbuah gelar. Pada laga di Arthur Ashe Stadium, giliran Jabeur yang dia taklukkan. Swiatek menang dua set langsung 6-2, 7-6 (5)

Hasil tersebut sekaligus menjaga kesempurnaan Swiatek dalam penampilannya di final ajang mayor. Gelar grand slam di lapangan keras ini adalah trofi grand slam ketiganya dari tiga kali tampil di final. Dua gelar lain dia bukukan di Prancis Terbuka 2022 dan 2021.

Dua trofi grand slam yang dibawa pulang petenis Polandia tersebut sekaligus menorehkan catatan istimewa.

Swiatek tercatat sebagai tunggal putri pertama dalam enam tahun terakhir yang mampu memborong dua gelar grand slam dalam satu musim. Atau tepatnya sejak Angelique Kerber menjadi juara Australia Terbuka dan Prancis Terbuka pada 2016.

Gelar ini juga membuat Swiatek tercatat sebagai unggulan pertama AS Terbuka yang sukses membawa pulang gelar. Kali terakhir petenis yang mampu melakukan itu adalah Serena Williams pada edisi 2014.

”Sungguh, ini bukan sesuatu yang aku sangka sebelumnya,” ucap Swiatek dalam seremoni penyerahan piala seperti dilansir ESPN. ”Ini juga pengingat bagiku sendiri. Batas tertinggi itu memang hanya langit,” tambahnya.

Rekor penampilan Swiatek sejak awal tahun kini menjadi 55-7. Angka tersebut membuat persentase kemenangannya mencapai 89 persen. Dua angka statistik itu tercatat sebagai raihan terbaik yang mampu dibukukan petenis tunggal putri tahun ini.

”Saat berada di dalam lapangan, aku hanya berupaya melakukan pekerjaan sebaik mungkin. Dan aku bahagia setiap mampu melakukannya. Itu membuat semua keraguanku hilang,” jelas petenis yang telah menduduki peringkat ke-1 dunia sejak 4 April 2022 tersebut.

Meski memiliki performa menakjubkan tahun ini, Swiatek memang datang ke New York dengan keraguan. Dalam turnamen pemanasan lapangan keras sebelum AS Terbuka, rekor yang dia miliki hanya 4-4. Itu sekaligus mengakhiri catatan 37 kemenangan beruntun yang dia buat sampai Agustus lalu.

Jabeur sendiri berbesar hati dengan kekalahan ini. Dia mengakui bahwa Swiatek masih lebih baik darinya. Rekor pertemuan keduanya kini berubah menjadi 3-2 untuk keunggulan Swiatek.

”Aku bukan orang yang gampang menyerah. Aku akan segera mendapatkan final lagi,” ucap Jabeur sebagaimana dilansir ESPN. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Update