
batampos – Real Madrid sukses mencuri perhatian dunia sepak bola dengan mengamankan jasa Trent Alexander-Arnold dari Liverpool. Meski sang pemain belum secara eksplisit menyebut nama klub barunya saat mengumumkan kepergiannya melalui media sosial pada Senin (5/5), sejumlah sumber terpercaya seperti Paul Joyce, Fabrizio Romano, dan David Ornstein memastikan bahwa masa depan bek kanan itu akan berlanjut di Santiago Bernabeu.
Fabrizio Romano bahkan telah memberikan konfirmasi khasnya “here we go” untuk menyatakan bahwa transfer tersebut sudah tuntas. Alexander-Arnold akan meninggalkan Liverpool saat kontraknya habis di akhir musim ini, dan Real Madrid berhasil mengamankan pemain bernilai GBP 100 juta itu tanpa biaya transfer sepeser pun.
Menurut laporan terbaru dari Guillermo Rai (The Athletic), pelatih Real Madrid telah menyiapkan peran khusus bagi Alexander-Arnold. Meski kerap dikritik atas kemampuannya bertahan di Inggris, Madrid justru memandangnya sebagai bek kelas satu yang mampu memberikan dimensi berbeda dalam permainan.
Madrid berencana memberikan kepercayaan penuh kepada Alexander-Arnold dalam situasi bola mati seperti tendangan bebas dan sepak pojok dan akan membebaskannya untuk masuk ke lini tengah saat dibutuhkan. Pendekatan ini sebenarnya sudah mulai diterapkan Liverpool di akhir masa kepemimpinan Jurgen Klopp, namun di era Arne Slot, perannya kembali menjadi bek kanan tradisional.
“Staf pelatih Madrid melihatnya sebagai pemain kelas dunia, bukan hanya sebagai bek, tetapi juga karena kemampuannya masuk ke lini tengah dan memberikan kontribusi lewat bola mati,” tulis Guillermo Rai.
Sementara itu, suasana di kubu Liverpool jauh dari gembira. Jurnalis The Athletic yang berbasis di Anfield, James Pearce, menyebut keputusan Alexander-Arnold meninggalkan Liverpool adalah pukulan telak bagi klub dan para pendukungnya.
“Dari sisi permainan, Liverpool kehilangan salah satu bek kanan paling dinamis di Eropa. Mereka akan sangat merindukan kreativitas dan kemampuan umpannya yang luar biasa. Total 64 assist yang dia catat merupakan rekor tertinggi bagi seorang bek dalam sejarah Premier League,” tulis Pearce.
Namun, lebih dari sekadar statistik, Alexander-Arnold merupakan simbol emosional bagi Liverpool. Dijuluki “Scouser in our team”, ia adalah anak asli Merseyside yang bergabung dengan akademi klub sejak usia enam tahun. Ia tumbuh bersama klub, memenangkan trofi besar, dan bahkan sempat digadang-gadang sebagai calon kapten masa depan.
“Daya tarik Real Madrid jelas terlihat gaya hidup baru, tantangan baru, dan kesempatan bermain bersama sahabat dekatnya, Jude Bellingham,” lanjut Pearce.
Namun berbeda dari bintang Inggris lain seperti Steve McManaman atau Michael Owen yang juga pindah ke Madrid di masa lalu, Alexander-Arnold tidak bisa berdalih bahwa ia meninggalkan Liverpool demi ambisi juara. Di bawah kepemimpinan Arne Slot, The Reds justru tampil solid dan kompetitif.
Pearce menilai, kepergian pemain berusia 26 tahun ini adalah cerminan kegagalan manajemen klub dalam menjaga aset berharganya.
“Melepas pemain bernilai GBP 100 juta secara cuma-cuma jelas merupakan blunder besar dari pemilik klub. Ini seharusnya bisa diselesaikan jauh sebelum musim ini dimulai,”pungkasnya. (*)
