Rabu, 24 Juli 2024

Prediksi Laga Spanyol vs Albania, Pertaruhan Reputasi dan Gengsi

Berita Terkait

Timnas Spanyol dipercaya akan kembali tampil dominan menghadapi Albania, Selasa (25/6) dini hari WIB. (Instagram @sefutbol)

batampos – Perjalanan Albania kian berat di Euro 2024 karena mereka harus berhadapan dengan Spanyol, tim yang sudah mengalahkan Kroasia dan Italia, di pertandingan terakhir Grup B Euro 2024.

Spanyol dan Albania akan bertemu Selasa (25/6) pukul 02.00 WIB di Dusseldorf Arena, di mana La Furia Roja begitu diunggulkan untuk mendapatkan kemenangan kembali.

Bukan hanya Spanyol terlalu perkasa setelah mengalahkan Kroasia 3-0 dan kemudian Italia 1-0, tapi juga karena catatan pertemuan La Furia Roja tak berpihak kepada Albania.

Sebelum ini, kedua tim sudah pernah bertemu delapan kali. Semua dari delapan laga itu dimenangkan oleh Spanyol, termasuk pertemuan terakhir pada 26 Maret 2022 dalam laga persahabatan ketika Spanyol menang 2-1.

Dalam delapan pertemuan itu, Spanyol memasukkan total 31 gol dan hanya kebobolan tiga kali. La Furia Roja bahkan pernah pesta 9 gol tanpa balas ke gawang Albania dalam laga kualifikasi Euro pada Desember 1990.

Oleh karena itu, bisa disebut perjalanan Albania dalam Piala Eropa keduanya setelah Euro 2016 ini semakin berat saja, padahal mereka memuncaki babak kualifikasi Euro 2024.

Perjalanan terjal Albania sudah dimulai sebelum kick-off Euro 2024 karena mereka dikandangkan bersama tiga tim kuat Eropa dalam Grup B.

Tapi, masih ada peluang bagi Albania. Mereka tetap memiliki kesempatan mencatat kemenangan pertama di Grup B kala melawan Spanyol dan kedua dalam turnamen Euro setelah menang 1-0 atas Rumania dalam fase grup Euro 2016.

Kabar baiknya bagi Albania, Spanyol mungkin mengistirahatkan pemain-pemain kuncinya ketika menghadapi mereka Selasa dini hari nanti. Yang jadi masalah, tak ada perbedaan kualitas antara pemain lapis pertama dan lapis kedua Spanyol.

Albania mungkin mendapatkan hasil yang lebih baik jika tidak ada dalam grup neraka seperti Grup B ini. Albania sudah tampil mengesankan, sehingga bisa menyulitkan Spanyol. Mereka menyulitkan baik Italia maupun Kroasia, yang mereka imbangi 2-2.

Dari dua pertandingan terdahulu, Albania mencetak total 3 gol dari total 19 peluang yang 9 di antaranya tepat sasaran. Mereka juga kebobolan 4 gol.

Total, dalam dua pertandingan sebelumnya, Albania melepaskan 682 umpan dengan penguasaan bola rata-rata 47 persen dan rata-rata akurasi 84 persen.

Angka-angka itu cukup bagus untuk tim berperingkat 66 FIFA, namun fakta itu terasa sulit ketika menghadapi tim-tim berperingkat jauh lebih tinggi di atas mereka.

Kini, mereka menghadapi tim berperingkat 8 dunia, yang memiliki statistik lebih menyeramkan, setelah mencetak 4 gol tanpa kebobolan, dari total 31 peluang yang 13 di antaranya tepat sasaran.

La Furia Roja juga melepaskan total 1.049 umpan, dengan rata-rata akurasi 90 persen dan rata-rata 52 persen penguasaan bola.

Angka ini menjadi jaminan bahwa pertandingan di Dusseldrof Arena nanti itu tetap berjalan sengit dan menarik, walau Spanyol mungkin tergoda untuk tidak ngotot seperti dua pertandingan sebelumnya.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, mungkin tertarik dengan ide mengistirahatkan sejumlah pemain pentingnya, tapi itu bisa berisiko merusak citra kuat Spanyol.

Dengan sudah mengemas enam poin dan memasukkan empat gol tanpa kebobolan, Spanyol seketika mengubah statusnya menjadi calon kuat juara Euro 2024. Mereka sudah teruji karena telah mengalahkan dua tim kuat Eropa; Italia dan Kroasia.

Sulit bagi Spanyol untuk merusak predikat yang sudah begitu baik, apalagi Albania bukan tim biasa-biasa yang tidak datang ke turnamen ini sebagai pelengkap. Statusnya sebagai juara grup kualifikasi adalah salah satu buktinya.

Oleh karena itu, Spanyol tetap menganggap serius laga ini, karena berkaitan dengan reputasi dan gengsi. La Roja sudah melihat bagaimana Albania merepotkan Kroasia dan Italia, sehingga meremahkan mereka bukan pilihan tim asuhan Luis de la Fuente.

Satu pemain yang hampir pasti tak bisa diturunkan oleh de la Fuente adalah Rodri yang tak bisa tampil karena mendapatkan kartu kuning dalam dua pertandingan terdahulu Spanyol.

De la Fuente juga mungkin mengistirahatkan bek tengah Nacho dan pemain sayap Ayoze Peres, karena masalah otot dan hamstring. Dia juga bisa memberi kesempatan kepada pemain-pemain yang belum merasakan laga Euro 2024.

Yang pasti, dia tetap menempatkan tiga penyerang dan tiga gelandang, dalam formasi 4-3-3. Tetapi, kini dia bisa mencoba trisula baru Feran Torres, Joselu, dan Mikel Oyarzabal.

Sebaliknya, Sylvinho kemungkinan tak akan membongkar skuad yang sudah memberikan satu poin kepada Albania setelah memaksa Kroasia bermain seri 2-2 melawan mereka.

Untuk itu, masih dalam formasi 4-2-3-1, Sylvinho masih akan memasang pemain yang sama seperti saat mengimbangi Kroasia.

Dia akan kembali berharap kepada peran sentral Kristjan Asllani bagi Albania, yang bisa menjadi sosok paling menentukan dalam memimpin Albania untuk mengancam catatan 100 persen La Roja dalam turnamen ini.

Dalam dua pertandingan sebelumnya, Asllani sebagai poros ganda bersama Ylber Ramadani, berorientasi lebih menyerang. Mereka menjadi pemain Albania paling banyak menciptakan peluang dan mengirimkan umpan.

Sementara itu, Rey Manaj yang dinaikkan statusnya oleh Sylvinho menjadi starter pada laga melawan Kroasia. Dia kemungkinan besar kembali dipilih sebagai ujung tombak serangan Albania ketimbang Armando Broja.

Meskipun Spanyol menurunkan muka-muka baru dan Albania memanggul beban berat akibat catatan buruk selama menghadapi La Furia Roja, pertandingan ini tetap menyajikan permainan menyerang yang dijamin enak untuk ditonton. (*)

 

SourceJPGroup

Update