
batampos– Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Penataran Wasit Tingkat C dan B2 sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan meningkatkan kemandirian daerah dalam penyelenggaraan kompetisi basket di GOR Hi-Test Arena, Goldenland, Batamkota.
Ketua Umum PERBASI Kepri, Suhadi menyampaikan bahwa penataran ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Musyawarah Daerah Provinsi (MusdaProv) yang menekankan pentingnya peningkatan keterampilan SDM bidang perwasitan.
“Penataran ini merupakan tindak lanjut dari hasil MusdaProv yang merekomendasikan peningkatan kualitas dan keterampilan SDM di cabang olahraga bola basket,” ujar Suhadi saat ditemui di GOR Hi-Test, Senin (10/11).
Sebanyak 45 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Kepri mengikuti pelatihan ini, mulai dari wasit pemula hingga mereka yang perlu melakukan peningkatan lisensi agar memenuhi standar nasional.
BACA JUGA: Perbasi Bakal Tempuh Ribuan Cara demi Indonesia Main di Piala Dunia FIBA
Setiap daerah mengirimkan 2–4 perwakilan, sementara Batam membuka pendaftaran lebih luas karena tingginya kebutuhan wasit di berbagai event basket.
Suhadi mengakui bahwa jumlah wasit aktif di Kepri masih sangat terbatas—hanya sekitar 30 orang, sebagian besar merupakan wasit senior yang berdomisili di Batam. Kondisi ini membuat pembinaan dan penyelenggaraan kompetisi sering terkendala.
“Kami ingin membangun ekosistem bola basket Kepri yang kuat, dari lapangan hingga SDM-nya. Salah satunya dengan memperbanyak wasit. Jika jumlah wasit cukup, kita bisa menyelenggarakan kompetisi dari tingkat U-11, U-12, U-14, hingga senior,” jelasnya.
Ia menambahkan, PERBASI Kepri juga memiliki rencana jangka panjang, termasuk pengembangan sarana pendukung.
“Kalau nanti ada dukungan APBD, kami berencana membangun lapangan basket outdoor untuk menunjang pembinaan,” katanya.
Lebih lanjut, Suhadi menekankan bahwa program penataran ini tidak berhenti pada pelatihan.
Para wasit yang telah mendapatkan lisensi nantinya diwajibkan aktif memimpin pertandingan di berbagai event dan melaporkan aktivitas mereka secara online sebagai bagian dari sertifikasi berkelanjutan.
“Kami tidak ingin program ini berhenti setelah penataran selesai. Harus ada tindak lanjut, dan ini bentuk komitmen kami untuk membangun perwasitan basket Kepri yang profesional,” ujarnya. (*)
Reporter: Azis
