Senin, 9 Februari 2026

Penalti Gagal, Mental Dijaga: Cara Unik Hector Souto Lindungi Pemain Timnas

Berita Terkait

Pemain timnas Futsal Indonesia Israr Megantara saat pertandingan melawan Iran di final AFC Futsal Asian Cup 2026. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos – Kegagalan mengeksekusi tendangan penalti pada laga final AFC Futsal Cup 2026 antara Timnas Futsal Indonesia melawan Iran sempat menjadi sorotan. Salah satu pemain Indonesia yang gagal menjalankan tugas tersebut bahkan menerima hujatan dari sebagian kecil netizen di media sosial.

Namun, komentar negatif itu jauh kalah jumlah dibandingkan apresiasi yang mengalir atas perjuangan luar biasa skuad Merah Putih. Publik futsal Tanah Air justru menyoroti mental bertanding para pemain yang tetap tampil berani menghadapi raksasa futsal Asia, Iran.

Perjalanan Timnas Futsal Indonesia hingga menembus partai final dinilai sebagai pencapaian bersejarah. Pasalnya, Indonesia berangkat dengan status nonunggulan sejak awal turnamen.

Kekalahan di laga puncak tidak menghapus rasa bangga terhadap kerja keras seluruh tim sepanjang kompetisi. Salah satu pemain yang paling banyak mendapat pujian adalah Israr Megantara. Pivot andalan Indonesia itu tampil impresif dengan mencetak hattrick di partai final, sebuah pencapaian langka di level kejuaraan Asia.

Penampilan Israr menjadi simbol perlawanan Indonesia sekaligus bukti bahwa kualitas futsal nasional terus berkembang. Di balik euforia dan tekanan laga final, terungkap pula momen menarik di pinggir lapangan.

Dikutip dari akun X @PauloDibola, Israr menceritakan suasana emosional yang dialaminya usai gagal mengeksekusi penalti dan merasa sangat bersalah. Dalam wawancara tersebut, Israr mengungkapkan kalimat yang disampaikan pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, untuk menenangkannya.

“You want to forget it or I k**l you,” ujar Souto dengan nada bercanda namun tegas.

Kalimat tersebut bukan ancaman, melainkan pendekatan psikologis untuk memutus rasa bersalah pemain agar tidak larut dalam kesalahan dan tetap fokus pada pertandingan.

Cara Hector Souto menjaga mental anak asuhnya menuai apresiasi luas. Banyak pihak menilai sang pelatih memahami betul bahwa tekanan mental di laga final bisa menghancurkan kepercayaan diri pemain jika tidak ditangani dengan tepat. Souto memilih melindungi pemainnya dari tekanan berlebihan, baik dari dalam maupun luar lapangan.

Israr Megantara saat ini membela Cosmo JNE Jakarta. Pemain berusia produktif itu juga dikabarkan akan melanjutkan karier ke Liga Futsal Spanyol bersama klub kasta kedua Reyco Burela FC, setelah sukses menjalani trial pada Agustus 2025.

Jika terealisasi, langkah tersebut diyakini akan mengangkat level permainan Israr sekaligus membawa nama futsal Indonesia ke panggung Eropa. (*)

Sumber BeritaJP GROUP

Update