Pembuka Formula 1 Musim 2024, Ini 7 Fakta Menarik Sirkuit Grand Prix Bahrain

0
27
Pemandangan sirkuit Bahrain musim 2024 di malam hari (Sumber: X @F1)
Pemandangan sirkuit Bahrain musim 2024 di malam hari (Sumber: X @F1)

batampos – Setiap sirkuit memiliki fakta dan kisah-kisah yang unik. Begitupun dengan sirkuit yang menjadi tuan rumah Formula 1 (F1).

Salah satunya adalah Grand Prix Bahrain, trek pembuka F1 musim 2024 yang digelar pada hari Sabtu (2/3) malam WIB.

Sirkuit Internasional Bahrain atau biasa disebut ‘Sakhir’, yang merupakan nama tempat tersebut berlokasi adalah sirkuit timur tengah pertama yang menjadi tuan rumah F1.

Didesain oleh Hermann Tilke, dan diresmikan pada tahun 2004, Bahrain menjadi salah satu sirkuit termahal dengan biaya lebih dari 2,3 triliun rupiah atau setara dengan 150 juta USD.

Lantas, apa saja hal unik lain dari GP Bahrain? Berikut ulasan lengkap yang telaha dirangkum JawaPos.Com dari F1 Destinations.

1. Punya Enam Layout Sirkuit

Sirkuit Internasional Bahrain memiliki enam layout, dengan versi Grand Prix sepanjang 5.412 km serta 15 tikungan di Bahrain, semua layout bahrain telah digunakan. Pada tahun 2010, Bahrain pernah menjadi layout “endurance” dengan total panjang 6.299km dan 24 tikungan.

2. Dua Layout Pernah Digunakan Tahun 2020

Di tahun 2020, Sirkuit Internasional Bahrain menjadi tuan rumah dua balapan untuk menambah jumlah kalender balapan di musim tersebut, dimana saat itu Formula 1 terdampak pandemi virus corona. Balapan pertama disebut Grand Prix Bahrain, sedangkan balapan kedua disebut Sakhir.

GP Bahrain dan Sakhir saat itu diadakan secara tertutup. Meski begitu, beberapa petugas kesehatan setempat diundang untuk menonton ajang jet darat di tribun sebagai penghargaan atas usaha mereka menangani pandemi dan virus corona.

3. Opsi Sirkuit Pembuka Sejak Tahun 2006

Bagi orang-orang yang pernah melihat berita Formula 1, pasti anda akan melihat nama Bahrain menjadi tempat yang pertama dijadikan destinasi tuan rumah Formula 1.

Memang, dalam 3 tahun terakhir, Bahrain selalu dipilih menjadi opsi pertama dalam pembukaan F1.

Namun sebetulnya, Bahrain mendapatkan kesempatan menjadi sirkuit pertama dalam kalender pada 2006, menggantikan posisi sirkuit pertama saat itu, yakni Australia. Ini juga terjadi pada tahun 2010.

Australia tetap menjadi langganan sampai tahun 2019. Baru pada tahun 2021, Bahrain kembali dipilih menggantikan posisi Australia yang saat itu harus ditunda sampai sekarang.

4. Aspal dan Pasir yang Lengket

Permukaan trek di Sirkuit Internasional Bahrain terbuat dari agregat khusus yang dikirim dari tambang Inggris dengan biaya besar, sehingga memberikan daya lengket dan grip yang sangat tinggi.

Bahrain juga berupaya menjaga aspal yang lengket tersebut agar tidak tertutup oleh pasir gurun, karena daerah tersebut sering terjadi badai pasir.

Untuk meminimalisir hal tersebut, pihak penyelenggara menyemprotkan bahan perekat yang lengket ke gurun sekitar sebelum balapan akhir pekan. Trek juga selalu disapu setiap kali pergantian sesi.

5. Selalu Memakai Penerangan Lampu

Sebagai perayaan 10 tahun berdirinya sirkuit, Grand Prix Bahrain menggelar event dibawah terangan lampu untuk pertama kali pada tahun 2014.

Dengan investasi sebesar 260 miliar rupiah, atau setara dengan 17 juta USD, telah dipasang 495 tiang lampu dan 4.500 fitting lampu.

Usaha itu membuahkan hasil saat balapan pertama diadakan yang menampilkan duel sengit antara Lewis Hamilton dan Nico Rosberg.

Di akhir balapan, Hamilton keluar menjadi yang terdepan dan mencatatkan namanya menjadi pembalap pertama dengan raihan tiga kemenangan di Bahrain.

6. Pelarangan Alkohol

Penjualan alkohol di Bahrain tidak dilarang, berbeda dengan negara tetangga, Arab Saudi. Namun, masih tetap ada aturan pembatasan.

Tim Formula 1 tidak diizinkan untuk menampilkan logo sponsor alkohol pada mobil mereka di Grand Prix Bahrain.

Tiga pembalap teratas akan menyemprotkan rosewater, minuman non-alkohol yang disebut Waard selama perayaan podium. Bukan sampanye tradisional sepertihalnya perayaan di sirkuit lain.

7. Tuan Rumah F1 Sampai Tahun 2036

Sirkuit Bahrain yang pindah menjadi sirkuit pembuka dari tahun 2021 telah memperpanjang kontraknya sebagai tuan rumah kalender Formula 1 setidaknya sampai tahun 2036.

Di tahun 2022, GP Bahrain menjadi sirkuit dengan rekor race day paling ramai dalam kalender F1, dengan total 98.000 penonton yang datang saat akhir pekan.

Rekor ini kembali dipecahkan saat 36.000 tiket untuk race day GP Bahrain 2023 habis terjual.

Itulah deretan fakta unik seputar Grand Prix Internasional Bahrain atau Sakhir yang bisa anda ketahui. Menarik dinantikan kemunculan informasi menarik seputar sirkuit di timur tengah ini di masa mendatang. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini