Sabtu, 3 Desember 2022

PBSI Janji Selesaikan Perang Antara Pelatih Herry IP dan Kevin Pekan Ini

Berita Terkait

Pelatih ganda putra Indonesia Herry IP berpose bersama Marcus Fernaldi Gideon (kiri) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo setelah Minions menjadi juara Hylo Open, Jerman 2021. (Herry IP/Instagram)

batampos – Keretakan relasi antara pebulu tangkis pelatnas Kevin Sanjaya Sukamuljo dan sang pelatih, Herry Iman Pierngadi, dikabarkan begitu pelik. Induk organisasi bulu tangkis tanah air, PP PBSI, berencana membereskannya pekan ini.

Ketua Harian PP PBSI Alex Tirta menyatakan tegas bahwa keduanya masih menjadi bagian dari Pelatnas Cipayung. ”Herry IP (akronim Herry Iman Pierngadi, Red) sebagai pelatih dan Kevin tetap ada di naungannya,” kata Alex dalam keterangan resmi PP PBSI.

Semua pihak memang menunggu langkah yang diambil PP PBSI untuk menyelamatkan ”kapal” ganda putra pelatnas ini. Ya, sektor ganda putra memang menjadi tulang punggung PP PBSI meraih podium teratas.

Ketua PB Djarum Kudus Yoppy Rosimin ketika dihubungi Rabu (28/9) menolak berkomentar soal panasnya relasi Kevin-Herry IP. Sebagaimana diketahui, Kevin merupakan pemain binaan PB Djarum Kudus.

”Saya no comment biar suasana adem dulu. Tunggu keputusan PBSI saja,” tulis Koh Yoppy –sapaan Yoppy Rosimin– ketika dihubungi via WhatsApp.

Demikian pula eks peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 Candra Wijaya. Candra memilih mengerem bicara soal ketegangan hubungan pemain-pelatih. ”Mending langsung tanya kepada yang terkait,” kata Candra.

Ayah partner Kevin, Marcus Fernaldi Gideon, sekaligus eks pemain tunggal putra, yakni Kurniahu Gideon, mengaku tak paham akan bagaimana permasalahan itu selanjutnya. ”Saya tidak mengerti persis (soal ini, Red),” ucap Kurniahu.

Nah, video Kevin-Marcus berlatih di KJA pertengahan bulan ini sebetulnya sudah cukup memancing komentar warganet. Kanal YouTube Coach Ricky Pehong MST Unification mengunggah aktivitas latihan keduanya.

”Maaf, Mas. Kalau ini (soal Kevin berlatih di KJA), saya no comment,” ujar pelatih PB HORE KJA yang juga eks pemain pelatnas Andrei Adistia.

Beragam isu memang berkembang soal akhir masalah Kevin-Herry IP. Mulai salah satu harus meninggalkan pelatnas, pemecahan ganda Kevin/Marcus, hingga Kevin/Marcus tetap gabung pelatnas namun berlatih di luar Cipayung.

Eks pelatih pelatnas Richard Mainaky melihat, sebelum memecah pasangan, harus dipertimbangkan banyak hal.

”Ya, kita mesti lihat kalau sama-sama keras itu dengan dipecah menguntungkan mana. Kita kan bicara medali Olimpiade (Paris 2024). Itu kan bergantung pelatih dan binpres,” ujar Richard.

Menurut dia, Olimpiade Paris 2024 bisa menjadi patokan bagi pelatih dan PP PBSI untuk melihat kans para pemainnya.

”Kalau kansnya kecil (meraih emas), mungkin bisa dipecah. Tapi, kalau kansnya besar, ya harus dipikirkan. Kalau saya jadi pelatih kan pastinya melihat kansnya bagaimana,” kata Richard.

Perihal konflik Kevin dan pelatih itu, rencananya pekan ini PP PBSI menyelesaikan persoalan tersebut. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Update