
batampos – Aston Villa sukses meraih kemenangan krusial atas Maccabi Tel Aviv di Liga Eropa dengan skor akhir 2–0, di mana sebelum pertandingan semua perhatian tertuju pada kejadian panas yang terjadi di luar lapangan.
Pertandingan ini menjadi sangat politis setelah para penggemar Maccabi dilarang hadir dalam sebuah keputusan yang dibuat oleh Kelompok Penasihat Keamanan Birmingham, memicu perdebatan di tingkat parlemen, hingga Perdana Menteri Sir Kier Starmer turun tangan.
Meskipun ada enam penangkapan yang dilakukan sebelum kick-off setelah pengerahan 700 petugas polisi yang menjaga ketat Area Villa Park, di tengah protes menegangkan pro-Palestina dan pro-Israel, tetapi fokus Villa hanya tertuju pada sepak bola.
Dua gol kemenangan The Villans disumbangkan duo Belanda, Ian Maatsen dan Donyell Malen memastikan kemenangan yang meningkatkan peluang tim asal West Midlands untuk lolos otomatis ke babak sistem gugur.
Namun, tim tamu, Maccabi tidak sepenuhnya kalah dalam segala hal di pertandingan panas ini, mereka bisa saja unggul terlebih dahulu ketika tembakan winger 24 tahun, Osher Davida hanya melebar tipis di gawang Emiliano Martinez.
Setelah itu, tuan rumah mencoba membalas serangan, Morgan Rogers hampir mencetak gol indah dengan menari-nari di kotak penalti Maccabi, namun menyia-nyiakan peluang emas untuk Villa unggul.
Kapten Maccabi, Dor Peretz pasti akan bermimpi buruk tentang bagaimana ia berhasil melepaskan tembakan tepat ke arah Emi Martinez dari dalam kotak penalti, padahal sudah dihadapkan gawang kosong untuk disambar setelah umpan tarik Roy Revivo.
Kegagalan tim tamu unggul, terbukti mahal karena Villa berhasil memecah kebuntuan terlebih dahulu menjelang akhir babak pertama ketika Maatsen mencetak gol dari sudut yang sangat sempit, membentur mistar gawang setelah kerja sama apik dengan Rogers dan Jadon Sancho.
Peluang emas lainnya sia-sia di menit ke-55 ketika Peretz kembali menyia-nyiakan peluang emas setelah ia melepaskan tembakan tepat ke arah Emi Martinez setelah menerima umpan tarik lainnya dari Helio Varela.
Dan empat menit kemudian, tuan rumah Villa berhasil menggandakan skor menjadi 2-0 ketika Malen mencetak gol dari titik penalti setelah pemain internasional Inggris Ezri Konsa ditarik mundur oleh Elad Madmon.
Dua gol kejayaan untuk The Villans bertahan hingga akhir pertandingan menandai kenaikan peringkat anak asuhan Unai Emery yang kini menduduki peringkat keenam fase liga dengan koleksi sembilan poin.
Kemenangan ini juga semakin membuka peluang untuk Villa mengamankan posisi delapan besar demi melaju secara langsung ke babak 16 besar. Empat pertandingan terakhir mereka akan melawan, Young Boys, FC Basel, Fenerbahce, dan RB Salzburg. (*)
