
batampos – Ole Romeny tampil impresif dan menjadi faktor pembeda saat Oxford United menyingkirkan MK Dons di putaran ketiga Piala FA. Masuk sebagai pemain pengganti, penyerang Timnas Indonesia itu ikut membawa timnya menang lewat adu penalti dengan skor 4-3 setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal di Stadium MK, Sabtu (10/1).
Oxford United lebih dulu tertinggal setelah Aaron Collins mencetak gol pada menit ke-34. Tim tamu baru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-52 lewat gol Will Lankshear, yang membuat laga kembali terbuka.
Momentum Oxford United berubah ketika pelatih Craig Short memasukkan Ole Romeny pada menit ke-66, menggantikan Siriki Dembélé. Romeny langsung mengisi sisi kiri serangan dan memberikan tekanan intens ke lini belakang MK Dons.
Baca Juga: Setelah 100 Hari Absen, Marc Marquez Kembali ke Lintasan
Peluang demi peluang tercipta. Ole Romeny nyaris mencetak gol melalui tendangan melengkung dari sudut kiri kotak penalti, namun bola masih melambung tipis di atas mistar gawang.
“Ole Romeny hampir mencetak gol dua menit setelah masuk. Pemain internasional Indonesia itu melepaskan tembakan melengkung dari sisi kiri kotak penalti yang melayang tipis di atas mistar gawang,” tulis laman resmi Oxford United.
Tekanan Romeny terus berlanjut. Tiga menit sebelum waktu normal berakhir, ia kembali mendapat peluang emas lewat tendangan voli kaki kiri. Namun, kiper MK Dons Craig MacGillivray tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan krusial.
Baca Juga: Pembalap Muda Indonesia Qarrar Firhand Siap Debut di British Formula 4 Championship 2026
“Romeny kembali beraksi dengan peluang terbaik Oxford United. MacGillivray melakukan penyelamatan luar biasa untuk menggagalkan tendangan volinya,” lanjut laporan tersebut.
Laga pun harus ditentukan melalui adu penalti. Dalam momen krusial itu, Ole Romeny sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo, membantu Oxford United memastikan kemenangan 4-3 dan lolos ke putaran berikutnya Piala FA.
Berdasarkan data Sofascore, Romeny mencatatkan lima percobaan tembakan, satu di antaranya tepat sasaran, serta dua kali diblok lawan. Performa agresifnya membuat ia memperoleh rating 7,7, tertinggi di lini serang Oxford United. (*)
