
batampos – Francesco Bagnaia mengubah akhir pekan buruk di MotoGP menjadi hasil positif di Grand Prix Catalan. Start dari posisi ke-21, pebalap Ducati itu berhasil finis di urutan ketujuh. Hasil ini menjadi pencapaian terbaiknya sejak finis keempat di Brno.
Dilansir dari laman Crash pada Kamis (11/9), musim 2025 berjalan sulit bagi juara dunia dua kali itu. Bagnaia baru meraih satu kemenangan sepanjang 15 ronde. Ia kini tertinggal 250 poin dari rekan setimnya, Marc Marquez, yang mendominasi klasemen.
Selepas jeda musim panas, performa Bagnaia cenderung menurun. Setelah hanya mampu finis kedelapan di Austria, ia mengalami akhir pekan berat di Hungaria. Namun, Catalan menjadi titik balik yang mengembalikan rasa percaya dirinya.
Di Barcelona, Bagnaia menghadapi kesulitan sejak latihan. Ia gagal menembus 20 besar di hari Jumat dan start dari grid ke-21, posisi terburuknya dalam tiga tahun terakhir. Dalam sprint, ia hanya finis ke-14 karena insiden di depan.
Meski begitu, Bagnaia bangkit pada balapan utama. Ia melesat ke posisi ke-12 pada lap pertama, lalu naik hingga posisi ketujuh. Menurutnya, peluang lima besar mungkin tercapai jika ia memulai lebih depan.
Perubahan teknis turut membantu peningkatan performanya. Ducati memberi Bagnaia lengan ayun baru yang juga digunakan Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio. Komponen itu memberikan cengkeraman lebih baik terutama saat pengereman di tikungan.
Bagnaia menegaskan hasil ini bukan alasan untuk menciptakan harapan palsu. Ia mengingat pengalaman buruk di Hungaria yang membuatnya terlalu optimistis. Namun, ia tetap menyebut swingarm baru dan tangki bahan bakar besar menjadi kunci kepercayaan diri. (*)
