
batampos – Kapten timnas Mesir, Mohamed Salah, semakin dekat mewujudkan impian meraih gelar Piala Negara-Negara Afrika (AFCON) pertamanya. The Pharaohs menyingkirkan juara bertahan Ivory Coast dengan skor 3-2 pada laga perempat final yang berlangsung dramatis, Minggu (11/1).
Mesir unggul lebih dulu lewat gol Omar Marmoush dan Ramy Rabia. Ivory Coast sempat memperkecil ketertinggalan setelah bek Mesir, Ahmed Aboul-Fetouh, mencetak gol bunuh diri menjelang turun minum.
Memasuki babak kedua, Mohamed Salah membawa Mesir menjauh setelah mencetak gol tambahan sesaat setelah kick-off. Gol tersebut menjadi penentu langkah Mesir, meski Guela Doue sempat memperkecil selisih skor bagi Ivory Coast.
Kemenangan di Stadion Agadir itu memastikan dominasi Mesir atas Ivory Coast di ajang AFCON. Sejak pertemuan pertama 56 tahun lalu, Mesir kini mencatatkan 11 kemenangan, sementara Ivory Coast hanya sekali menang.
Hasil tersebut juga membuat Ivory Coast menjadi juara bertahan kedelapan secara beruntun yang gagal mempertahankan gelar AFCON sejak terakhir kali Mesir melakukannya pada edisi 2010.
Pada semifinal, Mesir dijadwalkan menghadapi Senegal di Tangiers pada Rabu mendatang. Pemenang laga tersebut akan bertemu pemenang antara tuan rumah Maroko atau Nigeria di partai final yang digelar empat hari kemudian.
Bagi Mohamed Salah, gelar AFCON masih menjadi satu-satunya trofi prestisius yang belum pernah ia raih sepanjang kariernya. Penyerang berusia 33 tahun itu sebelumnya dua kali menjadi runner-up AFCON, yakni pada 2017 usai kalah dari Kamerun dan pada 2022 saat takluk dari Senegal. Ia juga sempat merasakan pahitnya tersingkir lebih awal di babak 16 besar dalam dua edisi lainnya.
Padahal, bersama Liverpool, Salah telah mengoleksi berbagai gelar bergengsi seperti Liga Inggris, Piala FA, Piala Liga, Liga Champions Eropa, hingga Piala Dunia Antarklub.
Kini, Salah hanya berjarak dua pertandingan lagi untuk mengantarkan Mesir meraih gelar AFCON kedelapan sekaligus memperpanjang rekor sebagai negara tersukses di turnamen tersebut.
Salah datang ke Maroko untuk turnamen AFCON kali ini di tengah spekulasi masa depannya bersama Liverpool, menyusul luapan emosinya setelah hasil imbang kontra Leeds United.
Ia bahkan sempat mengaku merasa seperti “dilempar ke bawah bus” setelah lebih sering duduk di bangku cadangan akibat performa kurang meyakinkan di level klub.
Namun di AFCON, ketajaman Salah kembali terlihat. Ia mencetak gol kemenangan saat Mesir mengalahkan Zimbabwe dan Afrika Selatan di fase grup, lalu menjadi penentu kemenangan pada babak 16 besar melawan Benin.
Pada laga perempat final kontra Ivory Coast, Mesir langsung membuka keunggulan hanya 182 detik setelah kick-off melalui gol Omar Marmoush, yang menjadi awal kemenangan krusial bagi perjalanan Mesir menuju gelar juara. (*)
