Rabu, 24 Juli 2024

McLaren Depak Ricciardo, Buka Pintu untuk Piastri

Berita Terkait

Daniel Ricciardo saat menghadiri jumpa pers di GP Arab Saudi, Jeddah Corniche Circuit, (25/3). (ANDREJ ISAKOVIC / AFP)

batampos – Nasib pembalap Australia Daniel Ricciardo di tim McLaren bakal tamat.

Sumber Motorsport menyebut, tim sudah meminta secara resmi agar Ricciardo pergi dari tim yang bermarkas di Woking, Inggris, tersebut musim depan.

Dalam laporan itu, McLaren juga sudah disebut bersedia memberikan kompensasi untuk mengganti sisa kontrak satu tahun yang masih dimiliki Ricciardo.

Sebagaimana diketahui, Ricciardo merapat ke McLaren pada 2020 dengan durasi kontrak tiga tahun.

”Ricciardo harus menyetujui permintaan itu. Dia juga menolak opsi untuk bergeser membalap di tim Formula E milik McLaren. Dia masih berupaya mencari tim lain di F1,” tulis Motorsport dalam laporan tersebut.

Keputusan McLaren ini ditengarai imbas dari kesuksesan mereka meneken kontrak dengan juara dunia Formula 2 2021 Oscar Piastri.

Meski, hingga saat ini tim Alpine merasa berhak menggunakan jasa pembalap Piastri. Silang pendapat perihal kontrak Piastri itu, tampaknya, akan diselesaikan melalui sidang dewan keabsahan kontrak F1.

Jurnalis senior F1 ESPN Nate Saunders mengungkapkan, sudah ada empat tim F1 yang saat ini mendekati Ricciardo.

Saunders menambahkan, mereka juga kompak merasa McLaren dan team principal-nya, Zak Brown, memperlakukan Ricciardo dengan tidak pantas.

Meski performa Ricciardo musim ini jeblok, pembalap 33 tahun tersebut tetap berjasa besar. Dia adalah pembalap pertama yang memberi McLaren kemenangan lagi sejak kali terakhir tim itu melakukannya pada 2012.

Kemenangan tersebut dipersembahkan Ricciardo musim lalu di GP Italia.

”Performanya saat ini memang tidak sebagus saat masih di Red Bull dan Renault. Tapi, rupanya dia hanya dijadikan kambing hitam atas masalah di tim itu yang sebenarnya lebih serius,” jelas Saunders dilansir Fox Sports.

Kemungkinan terbesar Ricciardo saat ini adalah kembali menjadi pembalap Alpine musim depan.

Masalahnya, beberapa petinggi tim yang dulu bernama Renault F1 Team itu sampai saat ini kecewa pada keputusan Ricciardo meninggalkan tim pada 2020 untuk gabung ke McLaren. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Update