Kamis, 11 Agustus 2022

Markas 32 Tim di Piala Dunia Qatar Diliris, Ada yang Punya Lintasan Gokar

Berita Terkait

Pemain Belgia bisa menggunakan lintasan gokar dan scuba diving yang ada di Hilton Salwa Beach Resort selama Piala Dunia Qatar. (HILTON SALWA BEACH RESORT )

batampos – FIFA telah merilis hotel dan tempat latihan kontestan Piala Dunia 2022. Selain hotel dan resor, ada tim yang memilih bermarkas di kompleks olahraga maupun kampus.

Qatar merupakan negara tuan rumah Piala Dunia dengan luas wilayah paling kecil. Efeknya, markas 24 di antara 32 kontestan Piala Dunia Qatar menumpuk di ibu kota Qatar, Doha.

Mereka pun berlokasi dalam radius hanya 10 kilometer. Bertolak belakang dengan edisi sebelumnya, 2014 di Brasil dan 2018 di Rusia.

Hal itu pula yang membuat tim-tim yang tidak gercep (gerak cepat) hanya bisa mendapatkan hotel di tengah kota Doha.

Tidak seperti delapan tim yang beruntung bisa memperoleh tempat menginap di luar kota demi mengejar suasana tenang dan jauh dari hiruk pikuk.

Jerman termasuk tim yang sukses ”menyendiri” setelah mendapatkan Zulal Wellness Resort di Ar-Ruwais, berjarak 127 kilometer arah utara Doha.

Konsekuensi menempuh perjalanan yang tidak dekat menuju pertandingan juga relatif bukan handicap karena dua di antara tiga laga fase grup Die Mannschaft dimainkan di Al-Khor.

”Hanya tamu dan tim (Jerman, Red) yang diizinkan keluar masuk. Keamanan kami menggunakan akses satu pintu.”

”Itu membuat suporter tidak akan bisa masuk untuk mengganggu meski sekadar meminta swafoto atau tanda tangan. Jadi, mereka (Jerman, Red) bisa benar-benar tenang di sini,” tutur Daniele Vastolo, general manager Zulal Wellness Resort, seperti dilansir Gulf Times.

Jika Jerman di utara, Belgia memilih lokasi penginapan di sisi selatan Qatar. Yaitu, Hilton Salwa Beach Resort and Villas yang tarif sewa termahal mencapai Rp 106 juta per malam.

Yang unik dari markas De Rode Duivals adalah adanya lintasan gokar dan scuba diving yang bisa digunakan Eden Hazard dkk di sana.

Jumlah gokar yang bisa digunakan mencapai 54 armada. Artinya, bukan hanya semua pemain dalam skuad yang berjumlah hanya 26 orang, pelatih dan staf lainnya bisa join gokar bareng untuk fun.

”Kami juga mendapatkan dua lapangan baru. Tidak sulit memilih tempat ini sebagai base camp kami,” bunyi pernyataan RBFA (PSSI-nya Belgia) seperti dilansir Fox Sports.

Hotel Inggris di Souq Al Wakra tidak kalah keren. Harry Kane bisa healing optimal lantaran base camp berjarak 15 kilometer arah selatan Doha itu dekat dengan Pantai Al Wakrah.

Pantai yang bisa dinikmati skuad The Three Lions itu tentu saja berbeda dengan tim lain seperti Kroasia, Uruguay, maupun Wales karena berlokasi di West Bay atau masih dekat pusat kota Doha.

Selera berbeda dimiliki Argentina dan Spanyol. Dua tim tersebut sama-sama memilih kampus, Universitas Qatar, sebagai base camp.

Fasilitas di dalamnya bukan lagi standar kampus, melainkan sudah dipermak sedemikian rupa setara hotel bintang 5 dan standar Olimpiade.

Termasuk gym, area untuk recovery pasca latihan atau bertanding, jacuzzi, dan ruang pertemuan.

Meski berada di satu lokasi, bukan berarti Lionel Messi dkk akan bertemu dengan Sergio Busquets dkk ketika latihan. Sebab, Spanyol dan Argentina menggunakan hostel maupun lapangan latihan berbeda.

Universitas Qatar sudah berpengalaman dalam menjamu tim besar yang bermarkas di sana. Tiga tahun lalu Liverpool FC sudah menggunakannya ketika berlaga di Piala Dunia Antarklub.

Fasilitas yang paling diunggulkan adalah dua lapangan dengan lampu sorot yang cukup besar. Hal tersebut memungkinkan Argentina dan Spanyol menggelar latihan di malam hari tanpa khawatir cuaca dingin.

”AFA (PSSI-nya Argentina, Red) sampai membawa peralatan barbeku mereka sendiri lengkap dengan daging sapi Argentina agar nuansa markas seperti di rumah. Langkah serupa diambil pada edisi 2014 di Brasil dan 2018 di Rusia,” tulis ESPN.

Ketika memenangi Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Spanyol juga bermarkas di kampus. Apakah La Furia Roja bisa mengulang cerita itu? (*)

 

Reporter: JPGroup

Update