Jumat, 27 Februari 2026

Manchester City Terancam Pengurangan 60 Poin, Ini Dampaknya pada Klasemen Liga Inggris

Berita Terkait

Pelatih Manchester City Pep Guardiola. (Fredrik Varfjell/NTB Scanpix via AP)

batampos – Manchester City berada dalam situasi yang tak nyaman. Manchester City terseret kasus dugaan 115 pelanggaran aturan keuangan dan masih menunggu putusan resmi.

Sidang independen telah berakhir sejak Desember 2024, namun hingga kini belum ada pengumuman final. Klub sendiri terus membantah semua tuduhan tersebut.

Melansir Four Four Two, pakar keuangan sepak bola, Kieran Maguire, mencoba menjelaskan mengapa prosesnya begitu lama.

“Saya pikir kita mungkin sudah memasuki tahap akhir pengambilan keputusan. Saya pikir sebagian tantangannya adalah ada tiga orang yang sangat senior yang membuat keputusan akhir tersebut. Mengumpulkan ketiga orang itu pada saat yang bersamaan sebenarnya sangat sulit. Jadi itu yang menunda kasus ini.”

Lalu, bagaimana jika skenario terburuk benar-benar terjadi? Bagaimana jika Manchester City dijatuhi pengurangan 60 poin dan hukuman itu langsung diterapkan musim ini?

Dampak di Puncak Klasemen

Saat ini, Man City mengoleksi 56 poin dan berada di posisi kedua. Jika dikurangi 60 poin, mereka akan terjun bebas ke angka -4 poin. Artinya, dari kandidat kuat juara, mereka langsung menjadi juru kunci klasemen.

Efek dominonya langsung terasa di papan atas. Arsenal akan kehilangan pesaing terdekat dalam perburuan gelar dan berpotensi unggul 10 poin atas Aston Villa. Situasi ini jelas membuka jalan lebar bagi The Gunners untuk meraih gelar liga pertama mereka dalam 22 tahun.

Manchester United, Chelsea, dan Liverpool masing-masing akan naik satu peringkat ke posisi ketiga, keempat, dan kelima. Peluang mereka untuk lolos ke Liga Champions pun otomatis meningkat drastis.

Lebih menarik lagi, Brentford dan Bournemouth akan terdongkrak ke posisi keenam dan ketujuh. Jika klasemen bertahan seperti itu hingga akhir musim, keduanya berpeluang mencatat sejarah dengan tampil di kompetisi Eropa untuk pertama kalinya, masing-masing di Liga Europa dan Liga Conference.

Dampak di Zona Degradasi

Yang tak kalah dramatis adalah dampaknya di papan bawah. Dengan -4 poin, Man City memang akan menjadi juru kunci. Namun, mereka “hanya” terpaut 14 poin dari Wolves yang naik ke posisi ke-19, dan 23 poin dari Burnley.

Dengan 11 pertandingan tersisa, peluang secara matematis masih terbuka. Jika pasukan Pep Guardiola menyapu bersih sisa laga dan tim-tim di atasnya terpeleset, skenario bertahan di liga masih mungkin — meski jelas sangat berat.

Man City bahkan akan tertinggal 29 poin dari West Ham United yang akan naik ke posisi ke-17. Untuk selamat, mereka bukan hanya harus sempurna, tetapi juga berharap West Ham hampir tidak menambah poin sama sekali. Sebuah misi yang nyaris mustahil, tapi dalam sepak bola, kata “mustahil” sering kali cuma butuh satu musim gila untuk dibantah.

Guncangan Total Liga

Pengurangan 60 poin bukan sekadar hukuman administratif. Itu akan menjadi gempa besar bagi seluruh struktur klasemen. Perebutan gelar berubah total, zona Eropa bergeser, dan papan bawah menjadi lebih panas dari biasanya.

Namun, semua ini masih sebatas skenario. Hingga putusan resmi diumumkan, Manchester City tetap berada di posisi kedua dan masih dalam perburuan gelar.

Satu hal yang pasti: jika angka 60 poin benar-benar dipotong, musim ini akan dikenang bukan hanya karena persaingan di lapangan, tetapi juga karena keputusan yang mengubah arah sejarah Liga Inggris dalam sekejap. (*)

ReporterJPGroup

Update