Jumat, 19 Agustus 2022

Liverpool FC Juara Piala FA

Berita Terkait

Alisson Becker mengangkat trofi Piala FA. (AFP)

batampos – Sadio Mane membuang kesempatan untuk menuntaskan adu penalti saat bertindak sebagai penendang kelima Liverpool FC di final Piala FA kemarin (15/5).

Tendangan Mane ke sisi kanan dimentahkan kiper Chelsea Edouard Mendy. Rupanya, Mane membidik arah tersebut karena ucapan sang pelatih Jurgen Klopp.

Menurut Klopp, Mendy tentu memahami gaya menendang Mane lantaran sama-sama berstatus penggawa timnas Senegal.

”Aku ikut bertanggung jawab 50 persen atas (kegagalan, Red) penalti Sadio (Mane). Aku yang memintanya untuk mengubah kebiasaan arah tendangannya. Lain kali aku diam saja,” beber Klopp seperti dilansir Liverpool Echo.

Kegagalan Mane membuat skor 4-4 setelah kapten Chelsea Cesar Azpilicueta gagal sebagai eksekutor kedua. Adu penalti di Wembley Stadium pun berlanjut dan LFC lebih beruntung setelah eksekutor ketujuh Chelsea Mason Mount gagal menjalankan tugasnya.

Tendangan Mount ditepis kiper LFC Alisson Becker. The Reds pun menang adu penalti 6-5 dan memenangi Piala FA untuk kali kedelapan. Atau kali pertama setelah 16 tahun!

Khusus Alisson, menjadi kiper yang membawa LFC meraih juara dalam adu penalti adalah kali pertama. Kiper nomor satu timnas Brasil itu pernah mendapatkan dua kesempatan sebelumnya, tetapi selalu gagal.

Masing-masing dalam Community Shield 2019–2020 (melawan Manchester City) dan 2020–2021 (kontra Arsenal). LFC selalu takluk dengan skor 5-6.

Alisson pun menyusul Adrian San Miguel di Piala Super Eropa 2019–2020 dan Caoimhin Kelleher di final Piala Liga musim ini (28/2) yang meraih juara via adu penalti.

Uniknya, Adrian dan Kelleher notabene deputi Alisson, tetapi lebih dulu mendapatkan gelar.

”Semua kredit harus kepada Alisson. Eksekusiku gagal, tetapi siapa yang peduli karena yang terpenting kami berhasil juara,” ucap Mane seperti dilansir Daily Mail.

Kredit untuk Alisson memang tidak salah. Ketika terjadi adu penalti, kiper berusia 29 tahun itu sengaja memberikan bola kepada para penendang LFC sambil membelakangi Mendy.

Tujuannya adalah untuk menghalang-halangi Mendy melakukan psywar kepada setiap eksekutor LFC. ”Mind game yang bagus dari Alisson,” ulas Give Me Sport.

Benarkah? ”Pelatih kiper (LFC, Red) banyak membantuku. Terlepas dari itu, kemenangan ini adalah bukti mentalitas kami,” ucap Alisson kepada BBC Sport.

Di sisi lain, Klopp membocorkan senjata rahasia yang turut membantu LFC memenangi adu penalti. Yakni peranti bernama Neuro 11 yang bertugas menganalisis kinerja dan aktivitas mulai otak hingga fisik pemain.

Eksekutor LFC yang dipilih kemarin pun berdasar data yang dipasok Neuro 11.

”Kerja sama (Neuro 11) dengan kami sudah berlangsung sejak dua tahun lalu. Ada empat orang dari mereka dan ucapan salah seorang di antaranya yang merupakan neuroscientist membuat kami tertarik.

Dia mengatakan, ’Kami bisa menyempurnakan tendangan penalti’,” ungkap Klopp. (*)

 

Reporter: JPGroup

Update