Senin, 26 Januari 2026

Liga Inggris 2025/2026 Segera Bergulir, Ini Jumlah Poin yang Dibutuhkan untuk Juara

Berita Terkait

Pelatih Liverpool Arne Slot. (Instagram/@liverpoolfc)

batampos – Musim baru Liga Inggris 2025/2026 tinggal menghitung hari. Liga terbesar dan terkuat di dunia ini kembali menghadirkan persaingan sengit dari 20 klub peserta. Pertanyaannya, berapa poin yang biasanya dibutuhkan untuk bisa mengangkat trofi juara di akhir musim?

Hampir 12 pekan berlalu sejak Liverpool menutup musim 2024/2025 dengan gelar Liga Inggris kedua mereka. Di bawah komando Arne Slot, The Reds mengungguli Arsenal dengan selisih 10 poin dan menorehkan catatan impresif di musim debut sang pelatih. Musim ini, Liverpool akan memulai perjalanan mempertahankan gelar dengan menjamu Bournemouth pada 15 Agustus.

Persaingan tak akan mudah. Arsenal, Manchester City, Chelsea, hingga klub-klub kejutan siap menantang. Dan sejarah Liga Inggris menunjukkan, untuk menjadi juara, ada batas poin tertentu yang hampir selalu menjadi syarat tak tertulis.

Rata-Rata Juara: 88 Poin, Tapi Tren Naik

Sejak Liga Inggris berdiri pada 1992, musim digelar dengan 42 pertandingan di tiga musim pertama (22 klub peserta). Mulai 1995/1996, format berubah menjadi 20 tim dengan 38 laga. Dari data yang dihimpun, rata-rata poin yang dikumpulkan juara sejak musim pertama adalah 87,8 poin.

Namun, sejak Pep Guardiola mendarat di Manchester City pada 2016, rata-rata itu melonjak menjadi 93,6 poin. Meski dua musim terakhir sedikit turun ke angka 90, tetap saja ambang batas itu terasa tinggi.

“Sejak kedatangan Guardiola, standar poin untuk juara meningkat drastis,” tulis laporan Sports Mole, mengingatkan bahwa kompetisi menjadi semakin sulit dimenangkan tanpa mendekati 90 poin.

Musim 2023/2024, Guardiola sukses membawa City meraih gelar keempat beruntun dengan 91 poin. Tapi musim lalu, dominasi itu terpatahkan. City finis ketiga, tertinggal 13 poin dari Liverpool yang ‘hanya’ meraih 84 poin — jumlah terendah bagi juara sejak Leicester City (81 poin) pada 2015/2016.

Catatan Istimewa: Centurion dan Nyaris Sempurna

City masih memegang rekor poin terbanyak sepanjang sejarah Liga Inggris, yakni 100 poin pada musim 2017/2018. Saat itu, mereka menang 32 kali, imbang 4 kali, dan hanya kalah 2 kali. Angka ini menjadi yang terdekat dari total maksimum 114 poin yang mungkin diraih di musim 38 pertandingan.

Liverpool nyaris menyamai rekor itu pada musim 2019/2020 dengan 99 poin. Ironisnya, mereka juga pernah menjadi tim dengan poin tertinggi yang gagal juara — 97 poin pada musim 2018/2019, hanya kalah tipis dari City yang meraih 98 poin.

Menariknya, hanya ada tiga tim sepanjang sejarah yang bisa juara dengan poin di bawah 80: Manchester United (75 poin pada 1995/1996), Arsenal (78 poin pada 1997/1998), dan kembali Manchester United (79 poin pada 1998/1999). Era itu kontras dengan dekade terakhir di mana angka 90 poin sering menjadi syarat juara.

Musim Baru, Siapa Kandidat Terkuat?

Liverpool tentu masuk sebagai favorit utama. Slot mendapat dukungan penuh di bursa transfer dengan belanja lebih dari £250 juta. Florian Wirtz sudah diangkut dengan rekor transfer Inggris, dan bisa jadi rekor itu dipecahkan lagi jika Alexander Isak berhasil direkrut. Tambahan Jeremie Frimpong, Milos Kerkez, dan Hugo Ekitike membuat skuad semakin komplet, apalagi mereka masih punya Mohamed Salah, Virgil van Dijk, dan Alisson Becker.

Arsenal juga mengintip peluang besar. Mikel Arteta memperkuat lini serang dengan Viktor Gyokeres, lini tengah dengan Martin Zubimendi, dan sayap dengan Noni Madueke. Namun, publik masih bertanya-tanya apakah The Gunners mampu mengakhiri puasa gelar 22 tahun setelah tiga musim beruntun menjadi runner-up.

Manchester City tentu tak bisa diabaikan. Meski Kevin De Bruyne hengkang dan Rodri belum fit, Guardiola mendatangkan talenta baru seperti Rayan Cherki, Tijjani Reijnders, Rayan Ait-Nouri, dan kiper James Trafford. Ambisi mereka adalah merebut kembali mahkota juara.

Chelsea juga berpotensi jadi kuda hitam. Enzo Maresca mengawali musim penuh pertamanya dengan skuad muda penuh talenta. Joao Pedro, Liam Delap, Jorell Hato, Jamie Gittens, dan Estevao menjadi rekrutan anyar untuk mendukung peran bintang utama Cole Palmer.

Manchester United mencoba bangkit dari keterpurukan usai finis di posisi ke-15 musim lalu. Benjamin Sesko, Bryan Mbeumo, dan Matheus Cunha sudah bergabung, tapi realistisnya, mereka belum siap bersaing memperebutkan gelar. Begitu juga Tottenham Hotspur dan Newcastle United, yang masih berisiko kehilangan penyerang andalan mereka, Alexander Isak.

Poin Target Musim Ini

Berdasarkan tren dekade terakhir, aman untuk mengatakan bahwa juara Liga Inggris 2025/2026 kemungkinan membutuhkan minimal 88 poin. Tapi jika persaingan menjadi super ketat seperti di era Guardiola-Klopp, angka itu bisa naik ke kisaran 90–95 poin.

“Sejarah menunjukkan, siapa pun yang bisa menembus 90 poin akan punya peluang besar untuk juara. Tapi mempertahankan konsistensi sepanjang musim adalah tantangan terbesar,” ungkap analisis Sports Mole.

Dengan kondisi tim papan atas saat ini — belanja besar, skuad dalam, dan ambisi tinggi — kemungkinan besar kita akan kembali melihat angka juara mendekati 90 poin.

Liga Inggris musim ini menjanjikan pertarungan sengit. Liverpool ingin mempertahankan gelar, Arsenal mengincar akhir dari penantian panjang, City memburu kebangkitan, sementara Chelsea siap mengejutkan.

Bagi para pesaing, satu hal pasti: untuk mengangkat trofi di bulan Mei nanti, mereka nyaris pasti harus melewati angka 88 poin. Jika tidak, sejarah menunjukkan peluang mereka akan menipis drastis.

Seperti yang disimpulkan laporan Sports Mole, “Regulasi di papan klasemen tak tertulis, tapi jelas: targetkan 90 poin, baru bicara juara.” (*)

Update