
batampos – Mantan Presiden FC Barcelona, Joan Laporta, kembali mencalonkan diri dalam bursa pemilihan presiden klub. Berbekal rekam jejak prestasi olahraga serta pemulihan finansial pada periode kepemimpinan terakhirnya, Laporta berupaya meyakinkan para socio bahwa dirinya adalah nakhoda paling tepat di tengah tantangan besar klub.
Ini menjadi kali kedua bagi pria berlatar belakang pengacara tersebut mencalonkan diri kembali sebagai presiden. Laporta sebelumnya menjabat pada periode 2003–2010, sebelum kembali terpilih pada pemilihan 2021 saat Barcelona berada di ambang krisis finansial.
Dilansir dari Mundo Deportivo, Laporta pernah merasakan momentum serupa pada 2006, ketika ia melaju tanpa pesaing setelah tak satu pun rival mampu memenuhi syarat dukungan minimal. Kini, ia kembali mengandalkan legitimasi yang lahir dari capaian nyata selama masa jabatannya.
Bagi para socio, Laporta bukan figur asing. Karakter eksplosif, keberanian mengambil risiko, serta gaya manajemen yang agresif di bidang olahraga, ekonomi, dan sosial telah membentuk citra kepemimpinannya selama dua dekade terakhir.
Di bawah kepemimpinannya pada periode terkini, lemari trofi Barcelona kembali terisi. Tim utama pria meraih dua gelar La Liga, dua Copa del Rey, dan tiga Piala Super Spanyol. Prestasi yang lebih mencolok justru ditorehkan oleh tim putri Barcelona, yang mendominasi Eropa dengan lima gelar liga, empat Copa de la Reina, lima Piala Super, serta tiga trofi Liga Champions Wanita.
Dominasi tersebut menegaskan kembali posisi Barcelona sebagai kekuatan utama sepak bola Eropa, meski klub sempat terpuruk dalam krisis finansial yang nyaris melumpuhkan operasional saat Laporta kembali menjabat pada 2021.
Restorasi Ekonomi dan Infrastruktur
Di luar lapangan, Laporta juga mencatatkan capaian signifikan. Proyek renovasi stadion yang kini bernama Spotify Camp Nou akhirnya kembali digulirkan setelah sempat mandek sejak referendum 2014. Proyek infrastruktur strategis ini menjadi simbol kebangkitan klub di bawah kepemimpinannya.
Dari sisi keuangan, Barcelona berhasil membukukan pendapatan yang menembus EUR 1 miliar. Capaian tersebut tak terlepas dari kerja sama strategis dengan Spotify, yang turut melahirkan kolaborasi ikonik—termasuk penggunaan logo band legendaris The Rolling Stones pada jersey pertandingan.
Sebagai pengacara sekaligus wirausahawan, ketegasan menjadi ciri utama Laporta. Dengan nomor anggota socio 9.601, loyalitasnya terhadap identitas Catalunya dan Barcelona tak hanya hadir dalam retorika, tetapi tercermin melalui kebijakan dan arah kepemimpinan yang ia usung.
Kini, Laporta kembali meminta mandat. Dengan prestasi olahraga, pemulihan ekonomi, dan proyek jangka panjang yang sedang berjalan, ia menawarkan kontinuitas di tengah dinamika dan tekanan besar yang masih mengitari Barcelona. (*)
